Penting! Ternyata Ini Sebab Terkena Kanker Paru-paru Meski Bukan Perokok

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 13/09/2021 07:50
Penting! Ternyata Ini Sebab Terkena Kanker Paru-paru Meski Bukan Perokok

Para peneliti berhasil mengidentifikasi tiga subtipe kanker paru di antara orang-orang yang tidak pernah merokok. Jumlahnya terdiri dari sekitar 10-20 persen dari populasi pasien kanker paru.

Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat, tumor pada pasien bukan perokok ditemukan berasal dari mutasi yang didorong oleh proses alami tubuh. Kanker paru merupakan penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia.

Lebih dari dua juta orang didiagnosis menderita kanker paru di seluruh dunia setiap tahun. Temuan yang dipublikasikan di Nature Genetics ini melibatkan pengurutan seluruh genom jaringan tumor dibandingkan dengan jaringan normal dari 232 perokok yang tidak pernah didiagnosis dengan kanker paru non-sel kecil, dan yang belum menerima pengobatan.

"Apa yang kami lihat adalah bahwa ada subtipe berbeda dari kanker paru pada bukan perokok yang memiliki karakteristik molekuler dan proses evolusi yang berbeda," ujar Dr. Maria Teresa Landi, pemimpin studi dan ahli epidemiologi di Divisi Epidemiologi dan Genetika Kanker National Cancer Institute, dilansir Fox News , Jumat (10/9).

Dr. Landi berharap, akan ada perawatan kanker paru yang disesuaikan berdasarkan subtipe tersebut. Untuk melakukan penelitian, tim peneliti internasional yang memimpin National Cancer Institute memeriksa genom tumor untuk pola mutasi yang terkait dengan proses mutasi seperti paparan karsinogen, stres oksidatif, atau perbaikan DNA yang salah, yang dapat membantu menjelaskan penyebab di balik kanker.

Subtipe pertama dilaporkan sulit diobati dan berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Sedangkan subtipe kedua memacu pertumbuhan tumor lebih cepat.

Sementara itu, subtipe yang ketiga menunjukkan perubahan genomik yang terlihat pada kanker paru di antara perokok. Subtipe ketiga juga dikatakan tumbuh dengan cepat.

"Kami mulai membedakan subtipe yang berpotensi memiliki pendekatan berbeda untuk pencegahan dan pengobatan," tambah Landi.

Subtipe pertama mungkin menawarkan kesempatan untuk deteksi dini. Dua lainnya dapat ditemukan dengan biopsi dan membaik dari perawatan yang ditargetkan.

Artikel Asli