Loading...
Loading…
Ramayana Pede Tetap Jadi Andalan Kelas Menengah, Ini Alasannya

Ramayana Pede Tetap Jadi Andalan Kelas Menengah, Ini Alasannya

Ekonomi | limapagi.id | Jumat, 10 September 2021 - 18:50

LIMAPAGI - Ada 19 gerai Ramayana yang terpaksa tutup sejak tahun 2020 akibat tak produktif dan merugi karena perusahaan terdampak pandemi Covid-19.

Dari upaya penutupan itu, Ramayana mampu menekan biaya operasional dari Rp670,30 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp657,69 di semester I 2021.

Untuk diketahui, khusus di semester I 2021 ada enam gerai yang ditutup, mayoritas di DKI Jakarta, tepatnya di Pasar Baru, Kramat Jati, Tebet. Ada pula di Pondok Gede (Bekasi), Palembang, dan Jembatan Merah di Plaza Surabaya.

Tercatat, Ramayana sampai akhir bulan Juni 2021 masih mengoperasikan 102 gerai. Perseroan memastikan tidak ada rencana untuk penutupan gerai lagi, setidaknya untuk di tahun ini.

Keberadaan toko kita itu kita akan coba maintenance. Kita yakin masalah Covid itu sementara saja dan pemulihan ekonomi itu kita yakin terjadi, kata Komisaris Independen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), Koh Boon Kim, dalam paparan publiknya yang digelar secara daring, Jumat, 10 September 2021.

Sama halnya dengan pandemi, masalah yang dihadapi Ramayana juga dipandangnya hanya akan sementara. Ia pun menyebut RALS selama ini telah mempertahankan operasional gerai dengan baik.

Koh melanjutkan pekerjaan saat ini adalah mempertahankan keberadaan Ramayana di segmen pasarnya, khususnya di kelas menengah ke bawah.

Kita yakin kita akan balik. Ramayana akan tetap eksis, tetap berada di pasar, dan kita hanya memaksimumkan kondisi yang ada di pasar, tuturnya.

Operasional Ramayana juga akan diiringi dengan penjualan daring, hanya saja penjualan langsung di gerai akan tetap dioptimalkan.

"Mayoritas costumer kita tuh dagang offline, menengah-menengah ke bawah tuh lebih banyak dagang offline. Segmen kita masih di sana (menengah ke bawah), kita makin lead (memimpin) di sana. kita yakin kalau pandemi itu dikendalikan, ekonomi sudah membaik, market kita akan baik.

Untuk diketahui, RALS mulai menggaet platform e-commerce besar di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Bukalapak, dan JD.ID.

Ramayana juga memaksimalkan penjualan secara online melalui menu layanan pesan antar di aplikasi Ramayana member card dan aplikasi WhatsApp.

Terkait dengan kinerja RALS, perseroan mencatatkan peningkatan penjualan kotor sebesar 24,5 persen, dari Rp2,19 triliun di semester I 2020 menjadi Rp2,73 triliun sepanjang Januari-Juni 2021.

Kenaikan penjualan kotor itu sejalan dengan naiknya pendapatan bersih. Peningkatannya mencapai 16,5 persen menjadi Rp1,71 triliun di semester I 2021 dari Rp1,47 triliun di semester I tahun sebelumnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{