Di Tengah Tekanan Covid-19, Marjin RFB-AXA Tower Tembus US$ 40 Juta l??

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 09/09/2021 13:20
Di Tengah Tekanan Covid-19, Marjin RFB-AXA Tower Tembus US$ 40 Juta l??

PT Rifan Financindo Berjangka cabang AXA Tower, Jakarta (RFB-AXA Tower) mencatat perolehan marjin terbesar meski di tengah pandemi yaitu US$ 40 juta hingga Juli 2021 atau naik 91,99 % periode yang sama 2020 yang sebesar US$ 20, 83 juta. Pencapaian ini sama dengan pencapaian setahun penuh di tahun lalu.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan volume transaksi RFB-AXA Tower juga melejit sebanyak 357.109 lot atau tumbuh 59,92 persen dibandingkan tahun 2020. Sementara itu total nasabah baru hingga Juli 2021 mencapai 928 nasabah, meningkat 69,03 persen.

Menurut Isriyetti Ifwa, Chief Business Officer RFB kinerja positif sepanjang tahun pandemi Covid-19 ini bukan tanpa sebab. Adaptasi strategi yang dilakukan oleh RFB-AXA dengan mengoptimalkan platform media online adalah kuncinya.

Kami melakukan shifting sekitar pertengahan tahun lalu dengan mempelajari beragam fungsi media sosial dan media digital lainnya untuk mengatasi tantangan bekerja selama pandemi, ujar Isriyetti Ifwan dalam keterangan tertulisnya.

Lanjutnya ketika masa pandemi Covid-19 tiba, kegiatan tatap muka menjadi terbatas seperti edukasi dan bertemu dengan nasabah. Hal ini cukup berpengaruh terhadap bisnis Perusahaan dalam beberapa bulan. Keharusan alih strategi pun tak terelakkan.

Beberapa aplikasi media digital kemudian menjadi andalan. Seperti meeting via online, e-company profile dan e-training. Ternyata cara ini membuahkan hasil yang besar. Jumlah nasabah baru meningkat tajam. Hampir 60 % nasabah baru diperoleh dari edukasi secara online.

Kami juga sekarang tak ada kendala dengan kebijakan PPKM. Karena kegiatan edukasi ke nasabah bisa dilakukan oleh tim business consultant di manapun tanpa harus ke kantor, terang Yetti.

Isriyetti Ifwa mengatakan target sampai akhir tahun ini, RFB-AXA mematok angka marjin sebesar US$ 70 juta. Angka ini 7X lipat lebih besar dari target perusahaan yang hanya mematok US$ 10 juta per cabang.

Artikel Asli