Ongkir Mahal, Pengusaha Kopi Kesulitan Ekspor

lombokpost | Ekonomi | Published at 09/09/2021 12:50
Ongkir Mahal, Pengusaha Kopi Kesulitan Ekspor

MATARAM -Mahalnya ongkos kirim (ongkir) untuk ekpor beragam komoditas dikeluhkan pengusaha. Dodi Adiwibowo, pemilik Etnik Lombok Kopi mengatakan, ekspor untuk komoditas kopi tak hanya terkendala pandemi, namun juga ongkir.

Padahal, permintaan kopi Lombok dari luar negeri tinggi. Ongkir mahal membuat buyer menahan daya belinya, ujarnya, Rabu (8/9).

Saat ini biaya pengiriman satu kontainer kopi dari NTB ke negara tujuan bisa lebih dari Rp 20 juta. Sebelum pandemi, biaya untuk satu kontainer hanya Rp 7 juta saja. Artinya ada kenaikan tiga kali lipat dari situasi normal. Menyiasati mahalnya harga ongkir, buyer pun memilik untuk mengurangi pembelian. Sekarang maksimal pembelian hanya 10 ton saja, katanya.

Selain ekspor, pengusaha kopi juga mengandalkan pasar lokal daari coffe shop dan ritel modern se-NTB. Penjualan rata-rata 100 kilogram per bulan. Sebelum pandemi bahkan bisa melebihi 500 kilogram.

Saat ini permintaan skala lokal berangsur pulih, imbuhnya.

Ekspor kopi didominasi tujuan ke Korea Selatan, Kanada, dan negara-negara Timur Tengah. Jenis kopi robusta menjadi yang paling diminati. Kompleksitas rasanya menjadi keunggulan dibanding kopi yang berasal dari daerah lain. Diharapkan, pandemi segera berakhir agar ketersediaan kontainer tak lagi langka. Dengannya harga juga kembali turun, sehingga ekspor kopi kembali menggeliat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan NTB mengatakan, mahalnya kontainer bisa jadi disebabkan ketersediannya yang kini terbatas. Tak heran, kontainer ekspor menjadi rebutan pada saat krisis masa pandemi. (eka/r9)

Artikel Asli