Gallery UMKM Kreasi Pemprov Nihil Transaksi dan Mati

lombokpost | Ekonomi | Published at 09/09/2021 09:18
Gallery UMKM Kreasi Pemprov Nihil Transaksi dan Mati

MATARAM -Galeri Kampoeng UMKM atau Gallery UMKM menghadapi jalan terjal. Sepinya kunjungan wisatawan akibat pembatasan mobilitas, ditambah rendahnya daya beli masyarakat membuat galeri dalam koordinasi Dinas Koperasi dan UMKM NTB ini tutup sementara. Transaksi dan omzet nol selama PPKM, kata Ivan Bahtiar, tim Gallery UMKM, (8/9).

Gallery UMKM sendiri bekerja sama dengan asosiasi UMKM Episenter Pengusaha Mandiri NTB. Mengakomodir 286 lebih UMKM beragam sektor mulai dari kuliner, tenun, kerajinan, dan sebagainya. Aktivitas bisnis yang stagnan membuat sejumlah pemilik UMKM memilih menarik produk mereka. Utamanya mereka yang menjual snack dan beragam kuliner dengan masa kedaluwarsa terbatas.

Pihaknya pun tak bisa berbuat banyak. Hal ini agar tingkat kerugian tak semakin besar. Sudah ada 40-50 persen yang narik. Sisanya yang bertahan hanya pemilik produk anti expired, paparnya.

Badan usaha ini sendiri baru dilaunching 25 Maret lalu. Keputusan untuk menutup sementara dibuat pasca penerapan kebijakan PPKM Juli lalu yang semakin memperparah kondisinya. Kita mau buka juga susah, jadi memilih tutup sampai keadaan membaik, imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Wirajaya Kusuma menilai penutupan badan usaha ini cukup wajar. Karena dampak PPKM ini tak hanya dirasakan pihaknya. Tapi juga banyak usaha lainnya. Termasuk NTB Mall sebagai badan usaha binaan Dinas Perdagangan NTB yang mengalami penurunan omzet. Meski demikian, pihaknya berharap agar eksistensi Gallery UMKM tetap bertahan. Melalui inovasi dan tetap mengakomodir keberadaan anggota UMKM.

Karena mau tak mau keadaan yang stagnan berengaruh pada omzet penjualan, imbuhnya.

Menurutnya, keberadaan Gallery UMKM cukup krusial dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas UMKM. Terlebih jelang perhelatan event internasional dua balap motor dunia. Tinggal menggenjot fasilitasi izin usaha seperti perizinan produksi industri rumah tangga (PIRT) dan sertifikasi halal.

Terpenting kita upayakan agar UMKM tetap bertahan, didukung perhelatan event besar, tegasnya (eka/r9)

Artikel Asli