Wall Street Lesu Terseret Saham Teknologi, Investor Was-was Hadapi Gejolak Pasar

limapagi.id | Ekonomi | Published at 09/09/2021 07:29
Wall Street Lesu Terseret Saham Teknologi, Investor Was-was Hadapi Gejolak Pasar

LIMAPAGI - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu waktu setempat (Kamis pagi, 9 September 2021 WIB).

Apple dan Facebook anjlok sekitar 1 persen setelah mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi di sesi sebelumnya.

Penurunan di dua raksasa Silicon Valley itu berkontribusi lebih dari perusahaan lain terhadap penurunan S&P 500 untuk sesi ini.

Investor menjadi lebih berhati-hati menyusul data penggajian Agustus yang lemah pada Jumat.

Sementara tekanan dari kenaikan biaya, meskipun ekonomi melambat, telah meningkatkan kekhawatiran.

Situasi itu muncul lantaran ada ketakutan bahwa Fed dapat bergerak lebih cepat dari yang diharapkan.

Langkah The Fed yang dikhawatirkan investor adalah mengurangi langkah-langkah moneter besar-besaran yang diberlakukan tahun lalu untuk melindungi ekonomi dari pandemi virus corona.

Ekonomi AS diakui sedikit turun pada Agustus karena kekhawatiran tumbuh tentang bagaimana lonjakan baru kasus virus corona akan memengaruhi pemulihan ekonomi.

Hal itu diungkapkan The Fed pada hari Rabu setempat, sebagaimana tercatat dalam ringkasan laporan anekdot Beige Book terbaru tentang ekonomi.

S&P 500 telah merosot kurang dari 1 persen dari rekor penutupan tertinggi Kamis lalu, dan tetap naik 20% tahun ini, didukung oleh kebijakan moneter akomodatif Fed.

"Investor menarik kelopak bunga dari bunga aster, dengan mengatakan, 'Ekonomi akan tumbuh, ekonomi tidak akan tumbuh,'" kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA.

"Mereka tidak dapat mengambil keputusan, jadi mereka tidak memiliki komitmen untuk posisi jangka panjang," tambah Sam.

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengatakan kepada Financial Times bahwa Fed harus bergerak maju dengan rencana untuk memangkas program stimulus pandemi meskipun terjadi perlambatan dalam pertumbuhan pekerjaan.

Enam dari 11 indeks sektor S&P 500 turun. Dikutip dari Reuters, sektor material dan energi mengalami penurunan terdalam, masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persem menjadi berakhir pada 35.031,07 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,13 persen menjadi 4.514,07. Nasdaq Composite turun 0,57 persen menjadi 15.286,64.

Artikel Asli