Cenderung Bergerak Stabil

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at 09/09/2021 08:21
Cenderung Bergerak Stabil

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih cukup stabil dalam beberapa waktu ke depan, menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Pelaku pasar masih menantikan petunjuk baru The Fed yang sebelumnya mengisyaratkan untuk mulai mengurangi kebijakan injeksi likuiditas atau quantitative easing (QE).

Seperti diketahui, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (8/9) sore, ditutup melemah dipicu aksi ambil untung pelaku pasar. Rupiah melemah 40 poin atau 0,28 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.253 rupiah per dollar AS.

"Pelemahan rupiah hari ini memang menunjukkan ada faktor teknikal dan pasar sudah mulai melakukan profit taking setelah menguat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya di Jakarta, Rabu (8/9).

Selain itu, lanjutnya, rebound atau penguatan kembali dollar AS turut membebani pergerakan rupiah. Indeks dollar AS rebound hingga di level 92,58.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19, Selasa (7/9) bertambah 7.201 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,14 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 683 kasus sehingga totalnya mencapai 137.156 kasus.

Meski demikian, Rully menilai pergerakan nilai tukar rupiah masih akan cukup stabil ke depan.

Artikel Asli