Penguatan Dolar AS Tertahan Efek The Fed

okezone | Ekonomi | Published at 09/09/2021 08:19
Penguatan Dolar AS Tertahan Efek The Fed

JAKARTA - Penguatan dolar AS tertahan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah pejabat Federal Reserve menawarkan pandangan dovish tentang ekonomi, dan sehari menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Presiden Fed Bank New York John Williams mengatakan bahwa lebih banyak kemajuan diperlukan di pasar tenaga kerja untuk mencapai kemajuan lebih lanjut yang substansial guna tujuan pekerjaan maksimum Fed.

Namun dia menambahkan, mungkin tepat bagi Federal Reserve untuk mulai mengurangi laju pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi terus membaik.

The Fed jelas dalam sikap menunggu dan melihat selama beberapa bulan ke depan untuk melihat bagaimana ekonomi bertahan. Williams dari Fed menyampaikan beberapa komentar dovish yang mendukung gagasan bahwa The Fed dapat melakukan tapering paling cepat adalah Desember," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New Yorkmdalam sebuah laporan.

Secara terpisah, The Fed mengatakan dalam Beige Book terbarunya bahwa ekonomi AS "sedikit turun" pada Agustus karena gelombang baru virus corona menghantam tempat makan, perjalanan, dan pariwisata.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rivalnya, naik 0,14 persen menjadi 92,66, setelah sebelumnya naik ke 92,86, tertinggi sejak 27 Agustus.

Imbal hasil obligasi acuan 10-tahun AS turun menjadi 1,33 persen, setelah sebelumnya diperdagangkan di 1,38 persen. Imbal hasil telah meningkat sejak data pada Jumat (3/9/2021) menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan AS melambat sementara inflasi upah lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Kenaikan inflasi memperumit gambaran bagi para pejabat Fed yang ingin melihat kemajuan lebih lanjut dalam pekerjaan sebelum mengurangi pembelian obligasi.

Paling buruk, ada beberapa kekhawatiran bahwa upah nominal masih tertinggal dari kenaikan harga-harga konsumen oleh siklus ekstrem ... dan bahwa upah nominal berjuang untuk mengikuti harga, begitulah spiral harga upah berkembang, Alan Ruskin, ahli strategi makro di Deutsche Bank, mengatakan dalam sebuah laporan pada Selasa (7/9/2021).

Data pada Rabu (8/9/2021) menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS naik menjadi hampir 11 juta pada Juli.

Artikel Asli