Gairahkan Ekonomi Kreatif, Bangga Buatan Indonesia Picu Pertambahan 3,4 Juta UMKM di Aceh

inewsid | Ekonomi | Published at 09/09/2021 07:54
Gairahkan Ekonomi Kreatif, Bangga Buatan Indonesia Picu Pertambahan 3,4 Juta UMKM di Aceh

JAKARTA, iNews.id - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia telah menggairahkan ekonomi kreatif di Aceh. Hal itu terlihat dari pertambahan 3,4 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sepanjang tahun ini, di daerah yang dijuluki Serambi Mekah itu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, saat melakukan kunjungan sekaligus meresmikan Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesa (Gernas BBI) yang bertajuk Ragam Aceh: Istimewanya Aroma Kuliner Aceh di Banda Aceh, pada Rabu (8/9/2021).

Khusus di tahun 2021 telah terjadi peningkatan sebesar 3,4 juta unit UMKM dalam waktu tujuh bulan terakhir. Untuk itu, kami berharap, seluruh kabupaten maupun kota di Aceh, begitu juga daerah yang menjadi lokasi BBI lainnya dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target onboarding UMKM di tahun ini, kata Menko Luhut, dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (9/9/2021).

Menurut dia, Aceh memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang luar bisa. Dengan garis pantai sepanjang 1.660 kilometer dan luas perairannya yang mencapai 295.000 kilometer persegi, Aceh juga memiliki potensi perikanan di sektor penangkapan, budidaya, dan pengolahan yang begitu besar.

"Tak hanya itu, Aceh juga memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya pariwisata, namun juga ekonomi kreatifnya. Ada jenis kopi yang hanya tumbuh di Aceh dan telah diakui oleh dunia, yaitu Kopi Gayo, ujar Menko Luhut.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh Nova Iriansyah mengatakan, kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan pemerintah, turut menggairahkan potensi kelautan Indonesia yang begitu kaya termasuk di Aceh.

Kemudian sumber daya kelautan juga menjadi potensi besar yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sebagai puncak-puncak pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia memiliki kekayaan biodiversity. Laut yang harus dikelola berkelanjutan, atau sustainable blue economy, tutur Nova.

Artikel Asli