Loading...
Loading…
IHSG Diprediksi Rebound, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Rebound, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini

Ekonomi | okezone | Rabu, 08 September 2021 - 07:49

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diprediksi akan kembali menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.077-6.154.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal melemah namun kembali tertahan dilevel support Moving Average. Pergerakan momentum terkonsolidasi pada area tengah oscillator indikator stochastic dan RSI.

"Arah pergerakan masih memberikan signal trend positif selama IHSG masih kuat diatas 6.077 dan 6.050 yang merupakan level moving average 50 dan 200 hari saat ini. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat diperdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.077-6.154," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (8/9/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantarnya; BBRI, SIMP, SILO, PWON, MAIN, HMSP, BNGA, BRPT, ANTM, AGII.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun 14,54 poin atau 0,24% ke level 6.112 dengan pergerakan yang cenderung melemah sejak awal sesi perdagangan. Indeks sektor Teknologi (-2.35%), Material Dasar (-1.82%) dan Industrial (-1.04%) melemah lebih dari sepersen menjadi penekan IHSG. Saham TPIA, DCII, ARTO, ASII dan BUKA turun memimpin pergerakan saham yang dibawah rata-rata IHSG.

Baca Juga :
IHSG Berpotensi Rebound Menyentuh 7.200, Cek Pilihan Saham Hari Ini

Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp187,61 miliar pada saham BBCA, TLKM, BMRI, BBNI dan UNTR yang menjadi top net buy value investor asing. Bank Indonesia merilis data Cadangan Devisa per Agustus 2021 yang melonjak tinggi dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia gagal mendorong optimisme investor hingga akhir sesi perdagangan.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar USD144,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar USD137,3 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Original Source

Topik Menarik

{