Loading...
Loading…
Polisi Bentuk Tim Gabungan Selidiki Dugaan Penggelapan Insentif Pemakaman Covid-19 di Malang

Polisi Bentuk Tim Gabungan Selidiki Dugaan Penggelapan Insentif Pemakaman Covid-19 di Malang

Ekonomi | inewsid | Rabu, 08 September 2021 - 07:00

KOTA MALANG , iNews.id - Polresta Malang Kota membentuk tim gabungan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menyelidiki dugaan penggelapan insentif pemakaman Covid-19.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, mengatakan polisi tengah mendalami informasi mengenai belum cairnya insentif penggali makam Covid-19 sejak tahun lalu.

"Kita sudah koordinasi, kepolisian bekerja sama dengan pemkot masih mendalami tentang informasi itu," kata Budi Hermanto, di sela-sela peninjauan vaksinasi Covid-19 di Ponpes Sabilurrasyad, Malang, pada Selasa (7/9/2021).

Dia menjelaskan, koordinasi bersama pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Inspektorat Kota Malang juga terus dilakukan. Namun sejauh ini, pihaknya belum memastikan apakah memang ada penggelapan insentif pemakaman Covid-19 seperti diungkapkan Malang Corruption Watch.

"Kalau tidak dilakukan pendalaman, darimana kita tahu, harus ada keterlibatan AKIP-nya (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Red) karena mereka punya inspektorat dan kejaksaan, sama-sama kita dalami apakah ada unsur pidana, semua masih penyelidikan," ungkap Budi Hermanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Malang Corruption Watch (MCW) mengungkapkan temuan mengenai beberapa penggali kubur makam Covid-19 yang belum mendapat insentif sesuai haknya, sejak 2020.

Baca Juga :
Kepala Distro Gelapkan Uang Penjualan, Nilainya Capai Rp337 Juta

Bahkan ada beberapa insentif penggali makam yang dipotong oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Dugaan ini pun terus menyeruak seiring dengan beberapa pengakuan para penggali makam COVID-19 di beberapa wilayah di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji, bahkan menyebut bahwa tidak terbayarnya uang insentif penggali makam COVID-19 di Kota Malang, sejak 2020-Maret 2021 adalah penggelapan. Pemkot Malang kini telah melakukan penyelidikan dan audit internal untuk memastikan adanya dugaan penggelapan tersebut.

Original Source

Topik Menarik