Kisah Tragis Mantan Wanita Terkaya Dunia, Dulu Dipuja Kini Dihina, Bahkan Terancam 20 Tahun Penjara!

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:45
Kisah Tragis Mantan Wanita Terkaya Dunia, Dulu Dipuja Kini Dihina, Bahkan Terancam 20 Tahun Penjara!

Pernah dinobatkan sebagai Steve Jobs versi wanita, Elizabeth Holmes kini justru menghadapi hukuman 20 tahun penjara. Wanita 37 tahun ini pernah menjadi miliarder wanita termuda di dunia yang kini menghadapi dakwaan penipuanterhadap pasien dan investor dari perusahaan teknologi medisnya.

Rupert Murdoch dan mantan menteri luar negeri AS, Henry Kissinger hanyalah sebagian dari 'korban' yang percaya pada kisah luar biasa tentang tes darahnya yang pada satu tahap bernilai 6,6 miliar (Rp129,5 triliun).

Persidangan ini akan menarik beberapa nama besar dalam kehidupan publik Amerika. Jaksa menuduh Holmes berbohong tentang teknologinya kepada investor dan pasien.

Dilansir dari This is Money UK di Jakarta, Rabu (1/9/21) Holmes merupakan kepala eksekutif perusahaan sebelum bangkrut pada tahun 2018. Dakwaan terhadapnya akan berbuntut panjang karena ia akan membalas dengan klaim mantan suami dan mantan mitra bisnisnya Ramesh 'Sunny' Balwani telah mengendalikannya, melakukan pelecehan seksual, dan menyembunyikan penipuan darinya.

Kisah tersebut bahkan melahirkan film dokumenter dan podcast sementara buku pemenang penghargaan 'Bad Blood: Secrets and Lies in a Silicon Valley Startup' yang kini sedang dibuat menjadi film yang dibintangi Jennifer Lawrence.

Holmes lahir di Washington DC. Bisnisnya, Theranos, dimulai pada tahun 2003 ketika dia keluar dari Universitas Stanford pada usia 19 tahun untuk mengajukan paten untuk teknologi tes darah baru.

Terinspirasi oleh ketakutannya sendiri terhadap jarum, dia berjanji untuk merevolusi industri medis dengan metode untuk menguji penyakit dari setetes darah pada microchip, juga untuk memangkas biaya dan menghilangkan kebutuhan akan sampel darah yang besar.

Dia menjanjikan sebuah revolusi dalam perawatan kesehatan. Investor kemudian membanjiri lebih dari 500m dengan harapan meraih sepotong 54bn industri diagnostik laboratorium AS.

Saat dia mulai mempromosikan produk dari tahun 2013 yang saat itu berusia 29 tahun, masa mudanya dan kejeniusannya menyebabkan hiruk-pikuk media yang melihatnya muncul di sampul majalah bisnis Forbes, Fortune and Inc.

Pilihannya atas turtleneck hitam membuatnya dijuluki 'The Next Steve Jobs'. Ide dan citranya mengumpulkan pengikut pria kaya dan berkuasa termasuk mantan presiden AS Bill Clinton dan Barack Obama, yang menunjuknya sebagai duta besar presiden untuk kewirausahaan global.

Kesuksesannya membawa lebih banyak investor terkenal dan menghasilkan kekayaan yang meroket saat 50 persen sahamnya tumbuh menjadi 3,3 miliar. Holmes menikmati gaya hidup super kaya, terbang dengan jet pribadi dan memimpin rombongan yang mencakup segerombolan asisten eksekutif dan koki pribadi.

Namun pada tahun 2015 kejanggalan mulai terlihat. Laporan di surat kabar Amerika mengungkapkan tes yang seharusnya dilakukan oleh teknologi Theranos sendiri, mesin Edison, sebenarnya dilakukan di tempat lain, mesin itu sendiri ternyata tidak konsisten.

Regulator memaksa perusahaan untuk menarik hasil tes dan menarik kembali mesinnya. Holmes mengundurkan diri pada September 2018 dan perusahaan itu runtuh tiga bulan kemudian sehingga memicu serangkaian tuntutan perdata dan pidana di AS.

Holmes telah membayar USD500.000 dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS, regulator keuangan, dia juga tidak diharuskan untuk mengakui kesalahan apa pun.

Namun, sekarang ia menghadapi dua tuduhan yaitu konspirasi dan penipuan. Jaksa mengklaim bahwa 'Holmes dan Balwani tahu bahwa teknologi Theranos tidak mampu secara konsisten menghasilkan hasil yang akurat dan dapat diandalkan untuk tes darah tertentu'.

Selain itu juga diklaim bahwa investor disesatkan dengan target yang meningkat, yang memperkirakan pendapatan 730 juta pada tahun 2015 padahal sebenarnya hanya menghasilkan 'pendapatan sederhana' dari 'beberapa ratus ribu dolar'.

Jika Holmes dinyatakan bersalah atas penipuan di pengadilan, dia bisa menerima hukuman hingga 20 tahun penjara dan denda 1,6 juta (Rp31,4 miliar) di luar uang yang terutang kepada investor.

Persidangan ini datang hanya sebulan setelah Holmes dan suaminya yang merupakan pewaris hotel, Billy Evans memiliki anak pertama mereka. Pertarungan di ruang sidang berjanji untuk mengungkap kisah luar biasa di balik gejolak kehidupan sang ratu darah.

Ditambah lagi, reporter Wall Street Journal, John Carreyrou mengatakan bahwa di dalam dokumen pembelaan mengungkapkan bahwa Holmes dia akan menyalahkan pelecehan emosional dan seksual atas mantan suaminya, Balwani.

Holmes akan mengklaim mantan suaminya yang berusia 56 tahun mengendalikan setiap gerakannya hingga apa yang dia kenakan dan makan, dan kapan dia tidur.

Ini karena Holmes percaya klaim tentang produknya benar. Manipulasi yang dilakukan Balwani mengganggu kemampuannya untuk membuat keputusan.

Balwani sendiri telah menanggapi tuduhan Holmes dengan mengatakan 'keterlaluan, cabul dan menghasut'. Pengadilan setempat pun memulai tugas berat untuk memilih 170 juri. Sidang diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Artikel Asli