Tenaga Kerja dari China dan UEA Tak Bisa Datang ke RI, Proyek BUMN Tambang Tertunda

Ekonomi | inewsid | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:20
Tenaga Kerja dari China dan UEA Tak Bisa Datang ke RI, Proyek BUMN Tambang Tertunda

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID) Orias Petrus Moedak mengatakan, sejumlah proyek pertambangan tertunda karena terdampak pandemi Covid-19. Pembatasan kegiatan menyebabkan para pekerja khusus dari China dan Uni Emirat Arab (UEA) menunda keberangkatannya ke Indonesia.

Kendati demikian, pengerjaan proyek seperti desain yang tidak membutuhkan pertemuan fisik berjalan secara normal.

"Itu memang terjadi penundaan dalam arti tenaga kerja yang mestinya hadir dia enggak bisa hadir, baik itu dari China maupun dari Uni Emirat Arab. Tetapi hal-hal yang terkait dengan desain tetap jalan," kata Orias, Rabu (1/9/2021).

Dia menjelaskan, tertundanya sejumlah proyek pertambangan di beberapa daerah tidak saja disebabkan pembatasan pergerakan masa di Indonesia. Namun, kebijakan serupa yang juga diberlakukan di beberapa negara.

Akibatnya, kegiatan pengiriman untuk peralatan-peralatan konstruksi di pelabuhan luar negeri juga menjadi terganggu selama beberapa bulan terakhir.

"Proyek-proyek itu bisa tertunda karena kedatangan dari peralatan. Jadi peralatan yang diperlukan bisa terganggu kehadirannya karena kegiatan di pelabuhan luar negeri yang terganggu, jadi pengiriman barang terkait dengan proyek itu terganggu, terlambat beberapa bulan," ucap Orias.

Sejumlah proyek Holding BUMN Pertambangan yang tertunda, di antaranya modernisasi tungku ( pot upgrading ). Konstruksi proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas sekaligus menekan ongkos listrik fasilitas peleburan aluminium milik perseroan.

Selain itu, smelter grade Alumina di Kalimantan Barat. Proyek tersebut merupakan kerja sama antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), di mana perseroan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit dari IUP milik ANTM dengan pabrik peleburan aluminium milik Inalum.

"Kalau kita lihat sekarang pergerakan masih dibatasi, kami berharap mungkin September (2021) sudah bisa ada pergerakan orang yang lebih bebas, dalam arti kasus Covid sudah menurun. Kalau belum menurun, itu konsekuensi logis saja dari kebijakan yang ada untuk kebaikan bersama, jangka panjang dan kami ikuti, dan itu tidak masalah," tuturnya.

Artikel Asli