Apa Itu Pinjaman Luar Negeri?

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Rabu, 01 September 2021 - 10:20
Apa Itu Pinjaman Luar Negeri?

Pinjaman luar negeri adalah uang yang dipinjam oleh pemerintah atau perusahaan swasta dari negara lain atau pemberi pinjaman swasta luar negeri.

Pinjaman luar negeri juga mencakup kewajiban kepada organisasi internasional seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Dana Moneter Internasional (IMF). Total utang luar negeri dapat merupakan kombinasi dari kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.

Pinjaman dari luar negeri sendiri menurut peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 10 tahun 2011 tentang tata cara pengadaan pinjaman luar negeri dan penerimaan hibah adalah setiap pembiayaan melalui utang yang diperoleh Pemerintah dari Pemberi Pinjaman Luar Negeri yang diikat oleh suatu perjanjian pinjaman dan tidak berbentuk surat berharga negara, yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.

Pinjaman luar negeri terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Efek samping yang tidak diinginkan di beberapa negara adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah, serta krisis utang, gejolak pasar keuangan, dan bahkan efek sekunder seperti meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia.

Meski demikian, untuk negara-negara berpenghasilan rendah, meminjam dari organisasi internasional seperti Bank Dunia merupakan pilihan penting, karena dapat menyediakan dana yang mungkin tidak dapat diperoleh dengan cara lain, dengan tingkat bunga yang menarik dan dengan jadwal pembayaran yang fleksibel.

Bank Dunia bersama dengan IMF dan Bank for International Settlements (BIS), mengumpulkan data utang luar negeri jangka pendek dari database Quarterly External Debt Statistics (QEDS). Penyusunan data utang luar negeri jangka panjang juga dilakukan secara kolektif oleh Bank Dunia.

Saat ini, utang luar negeri Indonesia per Mei 2021 mencapai USD415 miliar atau Rp6.017 triliun. Dalam laman Kementerian Keuangan, dituliskan bahwa setiap rupiah utang yang dilakukan pemerintah dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang sifatnya produktif dan investasi dalam jangka panjang seperti membangun infrastruktur, membiayai pendidikan dan kesehatan yang dalam jangka panjang akan menghasilkan dampak berlipat untuk generasi mendatang.

Sayangnya, tingkat utang luar negeri yang berlebihan dapat menghambat kemampuan negara untuk berinvestasi di masa depan ekonomi mereka, baik melalui infrastruktur, pendidikan, atau perawatan kesehatan. Ini karena pendapatan mereka yang terbatas digunakan untuk membayar utang sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Manajemen utang yang buruk dikombinasikan dengan badai ekonomi lainnya seperti jatuhnya harga komoditas atau perlambatan ekonomi yang parah, juga dapat memicu krisis utang. Hal ini sering diperparah karena utang luar negeri biasanya dalam mata uang negara pemberi pinjaman, bukan peminjam.

Itu berarti jika mata uang di negara peminjam melemah, akan menjadi jauh lebih sulit untuk membayar hutang tersebut.

Untuk diketahui, tingkat utang luar negeri yang tinggi telah berkontribusi pada beberapa krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir, termasuk Krisis Keuangan Asia.

Artikel Asli