Sepi Penumpang, Operasional Damri Anjlok 70 Persen

Ekonomi | lombokpost | Published at Rabu, 01 September 2021 - 09:03
Sepi Penumpang, Operasional Damri Anjlok 70 Persen

MATARAM -Pandemi dan kebijakan PPKM amat memukul sektor transportasi. Sampai pertengahan Agustus, dampak ini membuat operasional moda transportasi pelat merah, Damri menurun sekitar 70 persen.

Jumlah tersebut terhitung mulai sejak awal pandemi Maret 2020 Juni 2021 lalu. Dimana penurunan aktivitas diperkirakan mencapai 40 persen. Ditambah lagi dengan kebijakan PPKM Darurat awal Juli lalu, menjadikan aktivitas semakin merosot. Dari yang semula operasional tersisa 60 persen, kini kembali berkurang separonya atau 30 persen.

Dengan rincian aktivitas bus AKDP turun 60 persen, sementara angkutan bandara merosot hingga 90 persen, ujar Sadi, kepala Damri Mataram, (31/8).

Perum Damri sebagai salah satu operator bus mulai dari antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), serta dari dan menuju bandara terpaksa harus mengurangi durasi dan armada yang beroperasi. Misalnya dari 15 armada tersedia, hanya 3-4 saja yang dioperasikan. Hal ini kata dia, sebagai bentuk upaya bertahan dan menjaga arus profit perusahaan. Sebab meski perpanjangan PPKM secara ketat dilakukan di Jawa dan Bali, imbas tetap akan dirasakan pihaknya. Termasuk pembatasan dan persyaratan penerbangan yang berat.

Angkutan bandara yang sepi otomatis membuat kinerja Damri juga tak maksimal. Kita tak bisa sendiri, harus bergantung pada aktivitas penumpang penerbangan juga, katanya.

Perbaikan kondisi diharapkan terjadi seiring pelonggaran bepergian dan PPKM level di seluruh daerah. Ia juga memastikan 70-80 persen pengendara sudah melakukan vaksinasi. Dokumen bepergian bagi penumpang pun tak lagi berat. Hanya melampirkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Ditambah surat keterangan hasil negatif rapid tes antigen.

Secara umum pun pelayanan dan prokes kami tetap mengikuti ketentuan, terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menggantungkan harapan pada pelaksanaan WSBK November mendatang. Jika kunjungan wisatawan dari bandara membludak, otomatis perbaikan profit, pelayanan dan operasional akan dirasakan. Harapan terbesar kita ya WSBK bisa mendatangkan kunjungan wisatawan, katanya.

Terpisah, Kepala Organisasi Angkutan Darat (Organda) Junaedi Kalsum mengatakan, gelaran WSBK juga diharapkan tak hanya menjadi angin segar bagi moda transportasi pelat merah. Untuk itu, pihaknya pun saat ini tengah mendata dan mengakomodir perusahaan anggota berikut armada yang dimilikinya untuk dapat ambil andil dalam menyediakan layanan transportasi selama event berlangsung. Hal ini sesuai arahan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Saat ini terdata 300 kendaraan dan jumlahnya akan terus bertambah.

Jika tidak, mereka yang ambil alih. Tentu kami tak mau hanya jadi penonton di daerah sendiri, imbuhnya. (eka/r9)

Artikel Asli