Mantan Miliarder Perempuan Termuda, Elizabeth Holmes Akan Diadili

Ekonomi | inewsid | Published at Rabu, 01 September 2021 - 07:36
Mantan Miliarder Perempuan Termuda, Elizabeth Holmes Akan Diadili

CALIFORNIA, iNews.id - Mantan pendiri dan CEO perusahaan start up perawatan kesehatan Theranos, Elizabeth Holmes hampir satu dekade lalu menjadi golden girl di Silicon Valley dan pernah dinobatkan sebagai miliarder perempuan termuda di dunia versi Forbes . Namun pekan ini, dia akan diadili di Pengadilan Federal San Jose karena dugaan penipuan.

Mengutip CNBC , jaksa federal di Distrik Utara California menuduh Holmes dan mantan Presiden Theranos sekaligus bekas kekasihnya, Ramesh Balwani menipu investor dan pasien. Mereka masing-masing menghadapi dua tuduhan konspirasi dan 10 penipuan lainnya. Namun Holmes (37) dan Balwani (56) yang akan diadili secara terpisah ini, mengaku tidak bersalah.

Seleksi hakim dalam persidangan Holmes akan dimulai pada Selasa dan diperkirakan akan membutuhkan waktu setidaknya dua hari. Pernyataan pembukaan dijadwalkan pada 8 September dan persidangan diperkirakan akan berlangsung selama 13 minggu.

Jika terbukti bersalah, Holmes terancam hukuman 20 tahun penjara. Jaksa mengatakan, Holmes tidak hanya menipu investor ratusan juta dolar AS, tatapi juga mempertaruhkan ribuan nyawa.

Kisah Holmes dimulai ketika dia memiliki visi melakukan tes darah hanya dengan tusukan sederhana di jari. Dia keluar dari Stanford University pada usia 19 tahun untuk memulai Theranos. Idenya adalah untuk membuat tes darah lebih murah, nyaman, dan dapat diakses oleh konsumen.

Perusahaan menjalin kemitraan dengan Walgreens dan jaringan toko kelontong Safeway. Dewan direksinya termasuk tokoh-tokoh seperti mantan Sekretaris Negara Henry Kissinger dan mendiang George Shultz, serta mantan Menteri Pertahanan James Mattis.

Namun pada 2015, reporter Wall Street Journal John Carreyrou menerbitkan serangkaian laporan memberatkan yang mengungkap kekurangan dan ketidakakuratan teknologi Theranos. Pasien diberikan hasil tes yang tidak akurat terkait dengan kondisi seperti HIV, kanker, dan keguguran.

"Dia mengomersialkan produk medis yang dia tahu tidak berfungsi, mesinnya hanya melakukan beberapa tes yang tidak bekerja dengan baik sama sekali," kata Carreyrou.

Pada 2018, Holmes dan Balwani didakwa melakukan penipuan besar-besaran oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Itu menyebabkan Theranos ditutup dan Holmes harus membayar denda 500.000 dolar AS tapi dia tidak mengakui atau menyangkal tuduhan tersebut. Sementara Balwani melawan tuduhan SEC.

Holmes pernah memiliki beberapa pemodal ventura paling kuat dan terkaya di Amerika di belakang Theranos. Investor seperti maestro media Rupert Murdoch, mantan Menteri Pendidikan Betsy DeVos, keluarga Walton yang terkenal dengan Walmart, keluarga Cox, pemilik New England Patriots Robert Kraft, dan investor Meksiko Carlos Slim menjadi sangat terpesona dengannya sehingga rela menggelontorkan jutaan dolar ke Theranos.

Beberapa dari investor tersebut diharapkan bersaksi dalam persidangan Holmes. Sementara jaksa menduga para investor terpengaruh oleh pernyataan yang dilebih-lebihkan dan keliru dari teknologi tes darah.

"Ketika kesepakatan berubah, Anda tidak ingin berada di daftar investor itu lagi," kata Kevin O'Leary, Ketua O'Shares ETF.

Sementara berdasarkan dakwaan, jaksa mengatakan, ada enam transfer dari investor yang tidak disebutkan namanya. Diduga, itu adalah hasil dari klaim penipuan tentang apa yang mereka dapatkan sebagai imbalan.

"Ini akan sangat diteliti dan investor akan diseret kembali ke pers lagi dan dipermalukan karenanya. Saya bisa jamin, itu tidak akan mengubah apa pun, ujarnya.

Artikel Asli