Kado HUT RI ke-76, Sejumlah Infrastruktur Siap Diresmikan

republika | Ekonomi | Published at 16/08/2021 17:09
Kado HUT RI ke-76, Sejumlah Infrastruktur Siap Diresmikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan kado untuk Indonesia pada hari kemerdekaan ke-76 pada 17 Agustus 2021. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR siap meresmikan sejumlah proyek infrastruktur sebagai kado HUT Republik Indonesia.

"Ada 14 proyek infrastruktur dari sumber daya air, jalan, hingga permukiman yang siap diresmikan," ujar Basuki.

Untuk infrastruktur sumber daya air, Basuki menyebut lima proyek yang sudah siap diresmikan, mulai dari Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Lampung; Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur; Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Basuki memerinci pembangunan Bendungan Kuningan yang memiliki kapasitas tampung 25,96 juta m3, irigasi 3 ribu hektare, reduksi banjir 429,24 m3 per detik, air baku 0,30 m3 per detik, dan listrik 0,50 MW menelan biaya sebesar Rp 513,47 miliar selama 2013 hingga 2020.

Sementara Bendungan Way Sekampung dengan nilai investasi sebesar Rp 2.075,04 miliar dengan masa pelaksanaan 2016 hingga 2021 memiliki kapasitas tampung sebanyak 68,06 juta m3, Irigasi: 72.707 Ha, Air Baku 2,45 m3/detik, dan listrik 5,40 MW.

Untuk Bendungan Bendo memiliki masa pelaksanaan 2013-2020 dengan biaya Rp 1.067,27 miliar dan mempunyai kapasitas tampung hingga 43,11 juta m3, Irigasi: 7.800 Ha, Reduksi Banjir: 297,4 m3/dtk, dan Air Baku 0,79 m3/detik.

photo
Bendungan Paselloreng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. - (Kementerian PUPR)

Selanjutnya ada Bendungan Passeloreng yang dikerjakan sejak 2015-2020 dengan biaya sebesar Rp 771,69 miliar memiliki Kapasitas Tampung 138 juta m3, Irigasi 8.510 Ha, Reduksi Banjir 489,39 m3/dtk, dan Air Baku: 0,145 m3/detik. Adapun Bendungan Gilireng yang dikerjakan sejak 2018 hingga 2021 dengan biaya Rp 199 miliar memiliki Irigasi seluas 8.510 Ha, lebar bendung 50 m, Debit Intake: 16,34 m3/dtk, dan Panjang Saluran 2.150 m.

"Manfaat mengairi daerah irigasi Gilireng seluas 8.510 hektare dan meningkatkan intensitas pertanaman dari 112 prsen menjadi 300 persen (padi-palawija)," ucap Basuki.

Tak hanya sumber daya air, lanjut Basuki, Kementerian PUPR juga telah merampungkan lima infrastruktur bidang jalan. Pertama, Ruas Tol Dalam Kota Jakarta, Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,7 km di Jakarta. Basuki menyebut ruas tol Kelapa Gading-Pulo Gebang mendukung akses pelabuhan Tanjung Priok dan KEK Marunda.

Nantinya, ucap Basuki, akan menyusul Seksi B Semanan-Grogol sepanjang 9,5 km dan Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,4 km yang dikerjakan pada Januari 2022 hingga Maret 2024. Basuki mengatakan proyek tiga seksi memiliki panjang total 31,6 km dengan nilai investasi mencapai Rp 20,7 triliun.

photo
Ruas Tol Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang - (Kementerian PUPR)

Selanjutnya, ucap Basuki, ada Jalan Tol Balikpapan Samarinda Seksi 1 (Km 13 - Samboja) dan Jalan Tol Balikpapan Samarinda Seksi 5 (Km 13 - Sepinggan) di Kalimantan Timur yang siap beroperasi tahun ini.

Basuki menyampaikan Jalan Tol Balikpapan Samarinda Seksi 1 (Km 13 - Samboja) dan Jalan Tol Balikpapan Samarinda Seksi 5 (Km 13 - Sepinggan) yang dibangun sejak 2016 memiliki Panjang Seksi 1 sepanjang 22 km dan Panjang Seksi 5 sepanjang 11,1 km.

Basuki mengatakan Jalan Tol Serang Panimbang Seksi 1 (Serang - Rangkasbitung) Banten yang memiliki panjang 26,5 km dibangun sejak 2017 hingga 2021. Sementara, Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang memiliki panjang 17,4 km dikerjakan sejak 2019 hingga 2021. Basuki mengatakan proyek Jalan Lingkar Brebes-Tegal memiliki biaya investasi sebesar Rp 223 miliar.

Basuki menyampaikan pemerintah juga siap meresmikan empat proyek infrastruktur bidang permukiman yang meliputi TPA Talang Gulo di Kota Jambi, TPA Supit Urang di Kota Malang dan TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, serta SDN 3 Nglinduk di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Basuki menyampaikan pembangunan TPA Talang Gulo memiliki spesifikasi Sorting Plant berkapasitas15 ton per hari, Composing Plant berkapasitas 35 ton per hari, Leachate Treatment Plant berkapasitas 250m3 per hari, dan New Landfill berkapasitas 613 ribu m3. "TPA ini mampu melayani 688 ribu orang selama lima hingga tujuh tahun," ungkap Basuki.

Sementara itu, TPA Supit Urang yang memiliki spesifikasi Sorting Plant berkapasitas 15 ton per hari, Composing Plant berkapasitas 35 ton per hari, Leachate Treatment Plant berkapasitas 300 m3 per hari, New Landfill seluas 5 hektare dengan kapasitas 726.162,15 m3. "TPA Supit Urang dapat menampung 450 ton sampah per hari untuk 700 ribu orang selama lima sampai tujuh tahun," lanjut Basuki.

Basuki menyampaikan pembangunan TPA Jabon memiliki spesifikasi Sorting Plant berkapasitas 15 ton per hari, Composing Plant berkapasitas 35 ton per hari, Leachate Treatment Plant berkapasitas 300 m3 per hari, New Landfill seluas 5,89 hektare berkapasitas 1.650.000 m3. Basuki menyebut TPA Jabon mampu menampung 454 ton sampah per hari untuk 900 ribu orang selama lima sampai tujuh tahun.

"TPA Talang Gulo, TPA Supit Urang, dan TPA Jabon dikerjakan selama tiga tahun sejak 2018 hingga 2020," kata Basuki.

Basuki mengatakan pembangunan SDN 3 Nglinduk yang dikerjakan sejak tahun lalu senilai Rp 3,39 miliar ditujukan untuk rehabilitasi ruang guru, ruang kelas, perpustakaan, dan toilet.

Artikel Asli