Kembangkan 32 Kawasan Konservasi Flora Fauna, PLN Habiskan Rp5,2 Triliun

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 16/08/2021 11:15
Kembangkan 32 Kawasan Konservasi Flora Fauna, PLN Habiskan Rp5,2 Triliun

PT PLN (Persero) mengembangkan 32 kawasan konservasi flora dan fauna yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan pilar lingkungan dengan nilai sekitar Rp5,2 miliar.

"Program konservasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan inovasi Teknologi Kelistrikan dalam Transplantasi Terumbu Karang yang dinamakan sistem biorock. Sistem ini memanfaatkan listrik arus lemah sehingga mampu mempercepat pertumbuhan karang hingga hampir dua kali lipat daripada kondisi normal," ungkap Agung Murdifi, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Senin (16/8/2021).

Agung menambahkan, sejalan dengan program transformasi PLN Pilar Green, konservasi alam adalah upaya pengelolaan biosfer dengan tujuan menjaga kelangsungan hidup flora dan fauna beserta beragam genetiknya demi memelihara ekosistem. Kegiatan tersebut meliputi konservasi terumbu karang, penanaman mangrove, konservasi satwa endemik seperti tarsius, penyu, burung endemik asli Papua, dan berbagai satwa langka lainnya.

Sebagai contoh, program konservasi alam dilaksanakan di Pantai Sebalang Lampung. Program yang dilaksanakan oleh PLN Unit Induk Pembangkit Sumatera Bagian Selatan ini merupakan upaya rehabilitasi terumbu karang Kawasan Pantai sekitar PLTU Sebalang.

Agung menyebut, program tersebut telah meningkatkan tutupan terumbu karang di lokasi Sebalang dari sebelumnya hanya 11,65 persen tahun 2016 saat sebelum pelaksanaan program menjadi 61 persen tutupan karang hidup di lokasi tersebut hingga tahun 2021.

"Dengan kegiatan konservasi ini juga meningkatkan jumlah ikan di laut yang akan berdampak pada jumlah kenaikan ekonomi bagi nelayan. Tak hanya itu, adanya terumbu karang yang bisa mempercantik pemandangan di dasar laut juga akan menjadi objek wisata baru," ujarnya.

Sutedjo, nelayan Sebalang, mengatakan bahwa tangkapan ikan makin meningkat sejak program konservasi ini dilaksanakan.

"Sebelum diadakan program konservasi sekali melaut hanya mendapatkan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Setelah program konservasi, penghasilan melaut meningkat menjadi Rp400 ribu hingga Rp500 ribu," ungkapnya.

Di sisi, PLN menjelaskan, dengan bersihnya air laut akibat konservasi terumbu karang, pembangkit akan meningkat kinerjanya. Hal itu disebabkan makin berkurangnya potensi gangguan pembangkit akibat sampah yang masuk di water intake PLTU.

Artikel Asli