Realisasi Kredit dan Belanja Pemerintah Bagus, Tanda Kebangkitan?

lombokpost | Ekonomi | Published at 16/08/2021 10:04
Realisasi Kredit dan Belanja Pemerintah Bagus, Tanda Kebangkitan?

MATARAM -Perbaikan kondisi ekonomi NTB sepanjang kuartal II 2021 juga ditandai pertumbuhan penyaluraan pembiayaan untuk UMKM. Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan(DJPb) NTB mencatat hingga akhir Juli 2021 realisasi kredit melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan pembiayaan UMi (Ultra Mikro) tumbuh 45 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Jika dihitung sepanjang semester I 2021 pun jumlah debitur meningkat 39 persen atau 73.190 orang dibanding semester I 2020. Jadi penyeluran total keseluruhan sepanjang semester I sebanyak Rp 2,68 triliun atau naik 47 persen secara yoy, ujar Kepala Kantor Wilayah DJPb NTB Sudarmanto, (15/8).

Kenaikan realisasi KUR UMKM terjadi di tiga sektor utama. Yakni pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta sektor industri pengolahan. Sebab keberadaannya tetap dibutuhkan pasar bahkan terus bertambah. Sedangkan sektor yang terdampak pandemi seperti akomodasi makan dan minum, konstruksi, transportasi dan jasa masih berhati-hati untuk mengajukan pembiayaan.

Mereka berhati-hati mengembangkan usaha meski perekonomian awal kuartal II telah menunjukkan angka positif, katanya.

Pemerintah bekerja sama dengan lembaga keuangan nonbank melalui kredit ultra mikro untuk membantu pelaku usaha UMi. Catatan realisasi kredit UMi cukup tinggi sepanjang 2020. Namun data Juli 2021 menunjukkan realisasinya kini berkurang. Penyebabnya karena skema baru di KUR atau Super Mikro (Supermi) yang khusus menyasar pekerja yang di-PHK atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif. Program ini tanpa agunan dan bunga yang sangat rendah dengan nilai maksimum pinjaman Rp 10 juta. Dengannya banyak calon debitur UMi yang beralih ke KUR Supermi.

Ditambah lagi pemerintah memberikan subsidi bunga tambahan bagi debitur KUR sebesar tiga persen hingga 31 Desember 2021. Relaksasi angsuran pokok bagi UMKM terdampak pandemi. Otomatis debitu hanya membayar bunga tiga persen pertahun dari sebelumnya enam persen.

Ini program melanjutkan upaya pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah, tegasnya.

Selain itu, untuk UMKM pemerintah juga menggelontorkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp 1,2 juta. Realisasi penyalurannya hingga Juli 2021 tercatat Rp 435,92 miliar untuk 363.266 orang penerima seluruh NTB.

Kini lembaga pengusul BPUM 2021 juga hanya melalui Dinas Koperasi dan UMKM di kabupaten/kota, imbuhnya.

Pihaknya juga meyakini, penyerapan belanja pemerintah selama PPKM telah meningkatkan capaian kinerja tahun ini dibanding sebelumnya. Penyerapan belanja kementerian atau lembaga (K/L) hingga Juli sudah mencapai Rp 4.903,75 miliar atau 53,01 persen dari alokasi pagu belanja Rp 9.250,61 miliar. Dibandingkan tahun 2020, realisasi belanja pemerintah tahun 2021 tumbuh 5,32 persen. Dengan realisasi belanja masih on-track, kita harap dapat memberikan dampak dan konstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lebih cepat, imbuhnya. (eka/r9)

Artikel Asli