Kiprah KT&G di Indonesia, Aktif Berikan Kontribusi Sosial Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:22
Kiprah KT&G di Indonesia, Aktif Berikan Kontribusi Sosial Bagi Masyarakat Kurang Mampu

KT&G, produsen ternama asal Korea Selatan, adalah perusahaan tembakau terbesar kelima di dunia dalam pangsa pasar dan volume penjualan rokok. Sejak pasar produk tembakau di Korea telah dibuka pada 1988, persaingan sengit terjadi di industri ini ketika kalangan produsen global turut merambah pasar, seperti PMI dan BAT. Namun, KT&G sukses mempertahankan posisi No.1 di pasar Korea Selatan dan menguasai pangsa pasar sebesar 64% (per 2020).

Tahun lalu, KT&G membukukan penjualan bruto konsolidasian senilai KRW 5.301,6 miliar, sementara, kapitalisasi pasarnya di bursa efek Korea Selatan mencapai KRW 11 triliun. KT&G juga memiliki kelompok usaha yang bergerak di sektor makanan kesehatan, real estat, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain.

KT&G menyesuaikan strategi ekspansi di luar negeri berdasarkan kondisi pasar, sistem, selera konsumen lokal, dan lain sebagainya. Di Indonesia, pada Juli 2011, demi mempertahankan kualitas unggulan rokok Kretek (produk khas Indonesia) yang memakai cengkeh dan rempah-rempah lokal, KT&G mengakuisisi Trisakti, sebuah perusahaan tembakau di Indonesia. Lalu, KT&G mendirikan PT KT&G Indonesia pada Februari 2013 untuk menangani distribusi dan logistik di negara ini.

KT&G, telah sepenuhnya merambah pasar Indonesia pada 10 tahun lalu, dikenal luas atas reputasinya dalam memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan dan menjadi warga perusahaan global yang baik. Sejak 2016, KT&G telah berkontribusi terhadap pemberdayaan komunitas lokal dengan menciptakan sekitar 900 lapangan pekerjaan baru setiap tahun. Secara kumulatif, KT&G telah menyediakan pekerjaan bagi sekitar 4.800 orang di Indonesia. KT&G juga ingin merevitalisasi perekonomian Indonesia dengan membeli daun tembakau dan bahan baku lokal, dan sejumlah upaya lainnya.

Di sisi lain, KT&G mendirikan "Pusat Pelatihan Kejuruan" guna meningkatkan kemandirian dan keahlian kerja masyarakat kurang mampu. Pada Desember 2020, fasilitas "Pusat Pelatihan Kejuruan" telah dibangun bersama Universitas UKCW di Malang, Indonesia. Mulai Januari tahun ini, pendidikan tentang teknologi dan keahlian menjahit telah tersedia secara gratis bagi keluarga-keluarga prasejahtera.

Sementara, "Sangsang Fund", sumbangan pegawai KT&G, membiayai pendirian "Pusat Pelatihan Kejuruan". "Sangsang Fund" adalah dana donasi yang digalang secara sukarela oleh jajaran eksekutif dan pegawai KT&G. Ketika seorang pegawai menyumbangkan porsi tertentu dari gaji bulanannya, KT&G akan menciptakan "program hibah yang tepat" untuk uang yang telah didonasikan tersebut.

"Sangsang Fund" membantu golongan masyarakat kurang mampu dan menangani isu-isu sosial yang mendesak. Skala operasional tahunannya mencapai sekitar KRW 4 miliar.

Seorang eksekutif KT&G berkata, "Indonesia dan Korea Selatan merupakan negara sahabat dan telah melakukan pertukaran aktivitas ekonomi di beragam bidang sejak hubungan diplomatik kedua negara resmi terjalin pada 1973," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).

Dia juga menambahkan, "Sebagai perusahaan yang mewakili Korea Selatan, kami akan terus membina SDM berbakat yang akan memimpin masa depan dan melakukan kontribusi sosial dengan mendukung kemandirian ekonomi."

Artikel Asli