Bank yang Tidak Siap Digital Akan Alami Penurunan Pendapatan

Ekonomi | okezone | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:37
Bank yang Tidak Siap Digital Akan Alami Penurunan Pendapatan

JAKARTA Sektor keuangan akan bertransformasi secara total di masa depan mengingat perilaku seseorang yang berubah serta teknologi yang bergerak cepat. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, selama pandemi, yang paling siap dengan digitalisasi adalah perbankan.

Namun, kata Aviliani, saat sebelum pandemi yang sudah melek digitalisasi pada sektor perbankan adalah kaum milenial. Sementara, masuk pada masa pandemi kaum baby boomers dipaksa untuk memanfaatkan digital perbankan sehingga mau tidak mau yang tadinya revolusi perbankan tumbuh lima tahun lagi bisa lebih cepat.

Jadi bank yang tidak siap ke arah digitalisasi maka akan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Karena dengan pandemi yang cukup panjang ini, orang-orang mulai keenakan dengan menggunakan bank yang sudah digital, terangnya, Rabu (11/8/2021).

Meski demikian, ia memprediksi bank konvensional di Indonesia dapat mampu bertahan, meskipun kehadiran bank digital semakin menjamur. Sebab, menurutnya, nasabah Indonesia terutama korporasi-korporasi akan tetap menggunakan bank konvensional untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang besar.

"Kalau kita lihat dalam pelaksanaannya ke depan, bank tradisional ini tetap ada, karena perusahaan yang pinjam uang di atas Rp5 miliar mana berani bank meminjamkan Rp5 miliar hanya lewat digital. Sangat riskan buat bank. Jadi nanti bank-bank yang tradisional ini akan menangani korporasi yang besar," kata dia.

walau begitu, Aviliani memprediksi akan terjadi perbedaan fungsi antara dua bank tersebut. Dimana pada bank konvensional lebih banyak digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar yang mengharuskan nasabah datang langsung di kantor cabang. Sementara, bank digital hanya digunakan untuk sistem pembayaran dalam nominal lebih kecil.

Artikel Asli