INDEF Beberkan Potensi Ekonomi Syariah Indonesia yang Disia-Siakan

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:55
INDEF Beberkan Potensi Ekonomi Syariah Indonesia yang Disia-Siakan

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fauziah Rizki Yuniarti, mengakui besar potensi ekonomi syariah di Indonesia. Namun, potensi tersebut belum berkembang dengan baik karena selama ini masih disia-siakan sebagai proyeksi tersentral pembangunan ekonomi syariah.

Bank syariah di Inggris justru menawarkan nilai sosial keadilan, etika, dan moral dalam produk-produk bank syariah yang dikelolanya. Hal tersebut dinilainya lebih mudah diterima masyarakat non muslim tanpa mengorbankan kandungan nilai syariah di dalamnya.

Riset yang lain menunjukan sebanyak 95 persen warga Indonesia mengungkapkan bahwa nilai religiusitas keagamaan begitu penting dalam aspek kehidupan. Bank syariah yang bernilai dan berbasis religiusitas seharusnya cocok dengan keinginan warga Indonesia, ujarnya.

Fauziah menambahkan berdasarkan CAF World Giving Index 2021, Indonesia termasuk negara paling dermawan di dunia dengan jumlah 69 persen. Disusul Kenya di peringkat kedua dengan jumlah 58 persen dan Nigeria di peringkat ketiga dengan 52 persen.

Index tersebut kemudia diperkuat dengan total potensial zakat Indonesia yang mencapai Rp327,6 triliun dengan jumlah realisasi zakat nasional sebesar Rp10,2 triliun. Hal tersebut juga ditambah dengan aset wakaf yang bernilai Rp2.000 triliun yang luas 52.342 ha yang tersebar di 399 lokasi. Sedangkan potensi uang wakaf per tahun mencapai Rp180 triliun dengan nilai realisasi sebesar Rp850 miliar.

Artikel Asli