SK Group Asal Korsel Investasikan 100 Juta Dolar AS ke Anak Usaha AirAsia Group

Ekonomi | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 06:10
SK Group Asal Korsel Investasikan 100 Juta Dolar AS ke Anak Usaha AirAsia Group

SEOUL, iNews.id - SK Group, perusahaan yang dikontrol konglomerat Korea Selatan, Chey Tae-won, telah setuju menginvestasikan 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1,440 triliun kepada BigPay, anak usaha AirAsia Group yang bergerak di bisnis Financial Technology (fintech).

Pendanaan baru dari salah satu konglomerat dan inovator teknologi terbesar Korea Selatan (Korsel) tersebut, akan mendukung inisiatif digital AirAsia karena mempercepat ekspansi di seluruh Asia Tenggara dan ke bisnis seperti logistik dan layanan keuangan.

SK Group adalah salah satu perusahaan keluarga konglomerat Korsel yang memiliki minat di bidang biotek, bahan kimia, energi, semikonduktor, dan telekomunikasi.

CEO SK Group, Chey Tae-won, tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar 3,4 miliar dolar AS, dan menduduki peringkat 14 dalam daftar 50 Orang Terkaya Korea per Juni 2021.

Kepala Perwakilan SK Group di Malaysia, Jung Kyu Kim, mengatakan investasi di BigPay sejalan dengan rencana ekspansi usaha perseroan ke bisnis fintech dan perbankan digital.

Kami sudah lama tertarik dengan fintech dan perbankan digital. SK Group akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi BigPay baik dalam aspek teknis maupun layanan konsumen dengan mempertimbangkan pengalaman dan sumber daya kami, kata Jung Kyu Kim, seperti dikutip Forbes, Minggu (8/8/2021).

Sementara CEO dan salah satu pendiri AirAsia Group, Tony Fernandes, mengatakan investasi dari SK Group akan menandai awal dari bisnis perbankan digital yang sedang dirintis BigPay.

SK Group tidak ada duanya dalam hal inovasi dan pengalaman, jadi kami benar-benar percaya mereka dapat berbagi keahlian dan pengetahuan mereka sehingga investasi ini dapat menandai awal dari era perbankan digital baru yang menarik, kata seperti dikutip Forbes, Minggu (8/9/2021).

Saat ini, lanjutnya, BigPay sedang berupaya memperoleh satu dari lima lisensi perbankan digital dari otoritas perbankan Malaysia. Dikabarkan lisensi itu akan diberikan pada tahun depan.

BigPay yang menyediakan layanannya kepada pelanggan di Malaysia dan Singapura, berencana untuk berekspansi ke Thailand setelah akuisisi AirAsia atas operasi raksasa Gojek Indonesia di negara itu bulan lalu.

AirAsia telah membangun bisnis digitalnya saat bisnis maskapai penerbangan terpuruk akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang membuat penumpang merosot tajam.

Selain fintech, AirAsia telah berkelana ke e-commerce, logistik, dan rencana untuk mengembangkan aplikasi super yang berfokus pada perjalanan dan liburan.

Artikel Asli