Perluasan Terminal Bandara Sam Ratulangi Capai 92 Persen

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at 02/08/2021 08:10
Perluasan Terminal Bandara Sam Ratulangi Capai 92 Persen

JAKARTA - Angkasa Pura I (Persero) terus melanjutkan pengembangan berbagai bandaranya, termasuk Bandara Sam Ratulangi Manado yang diharapkan selesai tahun ini. Pengembangan Bandara Sam Ratulangi untuk mendukung pengembangan pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata superprioritas.

"Hingga 22 Juli 2021 lalu, progres perluasan terminal penumpang dan fasilitas penunjang Bandara Sam Ratulangi Manado yang memadukan konsep tradisional dan modern mencapai 92 persen," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/8).

Menurut Faik, walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebar luas di hampir seluruh penjuru dunia dan menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi.

Berstandar Internasional

Ia menambahkan, desain Terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan modern. Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah. Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional.

Dijelaskan oleh Faik, pengembangan bandara ini memperluas terminal penumpang menjadi 57.296 meter persegi dari 26.481 meter persegi. Perluasan terminal ini membuat Bandara Sam Ratulangi Manado mampu menampung hingga 5,7 juta penumpang per tahun dibanding sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun.

Sebagai informasi, pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat, serta 13.601.241 kg kargo. Sedangkan pada 2020, trafik penumpang Bandara Manado sebanyak 938.705 penumpang, traffic pesawat sebesar 12.435 pesawat, dan traffic kargo sebesar 15.250.319 kg.

"Bandara Sam Ratulangi Manado juga dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge yang semula tiga unit menjadi lima unit. Konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit. Area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat nantinya dapat menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit," katanya.

Faik mengatakan Bandara Sam Ratulangi Manado merupakan gerbang internasional di bagian utara Indonesia. Sebelum pandemi merebak, banyak penerbangan internasional dari dan menuju beberapa kota di Tiongkok, seperti Guiyang, Hangzhou, Shanghai, Shenzen, Makau, Chengdu, Chonhqing, dan lainnya.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi TPI I Manado, sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 116.144 turis Tiongkok masuk ke Sulawesi Utara melalui Bandara Sam Ratulangi Manado atau meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun 2018.

"Bandara Sam Ratulangi Manado adalah salah satu dari empat bandara yang ditargetkan selesai pengembangannya pada tahun 2021. Tiga bandara lainnya, di antaranya yaitu Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar," tuturnya.

Artikel Asli