RUPST MNC Vision Networks Sahkan Pengangkatan Henry Wijadi Sebagai Direktur

sindonews | Ekonomi | Published at Senin, 26 Juli 2021 - 18:15
RUPST MNC Vision Networks Sahkan Pengangkatan Henry Wijadi Sebagai Direktur

JAKARTA - PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020. Adapun pemegang saham dalam RUPST tersebut menyetujui lima mata acara rapat.

RUPST tersebut dipimpin oleh Komisaris Utama MNC Vision Networks Syafril Nasution didampingi Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjendra dan Direktur Keuangan MNC Vision Networks Herman Kusno.

Mata acara pertama, pemegang saham menyetujui dan menerima laporan tahunan Direksi Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Mata acara kedua, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, serta memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang mereka lakukan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 (acquit et de charge).

Pada mata acara ketiga, pemegang saham menyetujui penggunaan keuntungan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut:

a. Sebesar Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

b. Sisa keuntungan Perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.

Direktur Keuangan MNC Vision Networks Herman Kusno menjelaskan, pada tahun 2020 Perseroan meningkatkan kinerjanya, dimana mencatatkan kenaikan pendapatan 5% atau Rp160 miliar, dari Rp3,52 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,68 triliun pada tahun 2020.

"Kenaikan signifikan terutama dikontribusikan dari pendapatan Digital, IPTV, dan Broadband Services," ujarnya dalam RUPST IPTV, Senin (26/7/2021).

Dia menambahkan, Perseroan mencatatkan EBITDA pada tahun 2020 sejumlah Rp1,52 triliun dengan EBITDA margin sebesar 41 persen. Adapun laba bersih Perseroan pada tahun 2020 sebesar Rp240,36 miliar, menurun Rp85,82 miliar atau 26% dibanding tahun 2019.

"Hal ini terutama disebabkan pada tahun 2019 perusahaan mencatat laba selisih kurs sejumlah Rp85,8 miliar," kata dia.

Pada tahun 2020 Perseroan juga mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp2,81 triliun serta beban penjualan serta beban umum dan administrasi sebesar Rp314,59 miliar.

Selain itu, RUPST juga menyetujui pemberian wewenang kepada direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan penggunaan keuntungan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Mata acara keempat, RUPST Menyetujui pengangkatan Henry Wijadi menjadi Direktur Perseroan yang berlaku efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat untuk sisa masa jabatan anggota direksi perseroan yang sedang menjabat saat ini dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu.

Menetapkan bahwa terhitung sejak efektifnya pengangkatan anggota direksi dan dewan komisaris tersebut maka susunan dewan komisaris dan direksi perseroan adalah berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Syafril Nasution

Komisaris: Indra Pudjiastuti

Komisaris Independen: Agus Mulyanto

Direksi

Direktur Utama: Ade Tjendra

Direktur: Herman Kusno

Direktur: Hari Susanto

Direktur: Tito Abdullah

Direktur: Vera Tanamihardja

Direktur: Adita Widyansari

Direktur: Endang Mayawati

Direktur: Henry Wijadi

"Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan sehubungan dengan pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tersebut di atas, termasuk tetapi tidak terbatas pada, untuk membuat atau meminta untuk dibuatkan serta menandatangani segala akta yang berkaitan dengan itu, dan untuk mendaftarkan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dalam Daftar Perusahaan sesuai ketentuan Undang-Undang No.3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan," ujar Direktur Utama MNC Vision Networks, Ade Tjendra.

Mata acara kelima, pemegang saham menyetujui untuk memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dalam persetujuan Dewan Komisaris untuk menunjukkan peran Akuntan Publik Independen Perseroan yang akan mengambil buku-buku Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Kemudian, memberikan kuasa dan wewenang sepenuhnya kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium serta persyaratan statemen sehubungan dengan penunjukan dan pengangkatan Angkutan Publik Independen tersebut.

"Dengan ini saya nyatakan bahwa rapat dengan suara terbanyak telah menyetujui usulan yang disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan," ucap Komisaris Utama MNC Vision Networks Syafril Nasution.

Artikel Asli