BCA Raup Laba Rp14,4 Triliun di Semester I-2021, Naik 18%

okezone | Ekonomi | Published at 22/07/2021 17:55
BCA Raup Laba Rp14,4 Triliun di Semester I-2021, Naik 18%

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mengantongi laba bersih sebesar Rp14,45 triliun sepanjang semester I 2021. Laba BCA naik 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,24 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah perseroan menunjukkan pemulihan pada enam bulan pertama tahun ini sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian.

"Hingga Juni 2021, kami melihat beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh. Kami juga melihat adanya peningkatan permintaan atas KPR selama pelaksanaan BCA Online Expoversary yang diselenggarakan pada Maret 2021. Dalam beberapa waktu ke depan, kami akan mencermati dinamika situasi, khususnya selama periode Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah sebagai respon pengendalian lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini," ujar Jahja dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).

BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8% (yoy) menjadi Rp28,3 triliun pada semester I 2021. Di sisi lain, pendapatan nonbunga menurun tipis 1,2% (yoy) menjadi Rp10,2 triliun. Jahja menyampaikan, penurunan tersebut sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu, namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan biaya dan komisi.

Pendapatan biaya dan komisi naik 7,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi, terutama ditopang oleh pulihnya pendapatan biaya dari perbankan transaksi seiring dengan peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4% dari tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih yang tumbuh 18,1% (yoy) menjadi Rp14,5 triliun disebabkan basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada triwulan II 2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit saat awal pandemi COVID-19 pada triwulan II tahun lalu. Sebagai catatan, biaya cadangan pada triwulan II 2020 tercatat 32,4% lebih besar dibandingkan dengan triwulan II 2021.

Artikel Asli