Capai Valuasi 1,7 Miliar dolar AS, OnlinePajak Resmi Jadi Startup Unicorn Baru Indonesia

goodnewsfromindonesia.id | Ekonomi | Published at 22/07/2021 17:25
Capai Valuasi 1,7 Miliar dolar AS, OnlinePajak Resmi Jadi Startup Unicorn Baru Indonesia

Pertumbuhan pesat nan positif kembali terjadi di industri startup tanah air, setelah kurang dari tiga bulan Indonesia memiliki pemain baru di startup level unicorn dengan kehadiran layanan ekspedisi J&T, kali ini ada perusahaan rintisan yang berhasil meraih gelar serupa.

Berdasarkan riset yang dipublikasi oleh CB Insights dengan tajuk The Complete List Of Unicorn Companies , yang memaparkan daftar startup dengan status unicorn per Juli 2021, Indonesia nyatanya tidak lagi memiliki 6 startup berstatus unicorn , melainkan 7.

Adapun perusahaan rintisan yang berhasil mengisi posisi tersebut ialah OnlinePajak, sebuah layanan yang memudahkan penggunanya dalam melakukan segala hal yang berkaitan dengan pembayaran pajak.

OnlinePajak telah memenuhi kualifikasi untuk mencapai level unicorn dengan batas valuasi sebesar 1 milar dolar AS atau setara Rp14 triliun. Perusahaan ini disebut telah melampaui nilai tersebut dengan valuasi sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Pasifik 2021

Mengenal OnlinePajak

CEO sekaligus Founder OnlinePajak, Charles Guinot | Dok. OnlinePajak
CEO sekaligus Founder OnlinePajak, Charles Guinot | Dok. OnlinePajak

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, OnlinePajak adalah sebuah platform digital yang hadir dengan layanan untuk memudahkan pengguna yang ingin melakukan segala hal yang berkaitan dengan pajak secara online, mulai dari perhitungan secara otomatis, pembayaran, dan pelaporan lewat satu aplikasi yang sudah terintegrasi.

OnlinePajak pertama kali didirikan di Indonesia sejak September 2014 oleh Charles Guinot, dengan berada di bawah naungan PT Achilles Advanced Systems, sebuah perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Prancis, Indonesia, dan Singapura.

Startup satu ini telah terdaftar, diawasi, dan menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) RI, dalam hal memudahkan berbagai pihak baik individu maupun perusahaan skala besar untuk melakukan proses pembayaran pajak.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 500 ribu pengguna yang memanfaatkan layanan OnlinePajak di tanah air, beberapa pengguna dalam bentuk perusahaan skala besar di antaranya Garuda Indonesia, Telkomsel, Waskita Karya, Go-Jek, Bank Mandiri, dan Huawei Tech Investment.

10 Negara dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Pasifik

Pendanaan yang berhasil dihimpun

PajakPay, salah satu layanan milik OnlinePajak
PajakPay, salah satu layanan milik OnlinePajak | OnlinePajak via TechinAsia

Jika bicara mengenai pencapaian OnlinePajak menjadi startup berstatus unicorn , pasti tidak terlepas dari valuasi yang berhasil dimiliki di mana salah satunya didapat berkat pendanaan atau suntikan dana dari berbagai pihak dalam hal ini investor.

Melansir Deal Street Asia , satu pekan sebelum masuk ke jajaran perusahaan unicorn , OnlinePajak dilaporkan berhasil mendapat suntikan investasi hampir mencapai 12 juta dolar AS lewat pendanaan seri C dari 6 inventor.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh Tencent dan Altos Ventures yang menyumbang investasi sebesar 5 juta dolar AS, diikuti dengan Warburg Pincus yang ikut memberikan pendanaan sebesar 2 juta dolar AS.

Sebelumnya, pada Oktober 2018 Online Pajak juga mendapat pendanaan sebesar 25 juta dolar AS lewat pendanaan seri B yang dipimpin oleh Warburg Pincus dan diikuti oleh investor lain di antaranya Endeavour Catalyst, Global Innovation Fund, Alpha JWC Ventures, Sequoia Capital, dan Primedge.

Alpha JWC Ventures dan Sequoia Capital sendiri merupakan investor lama, sekaligus pihak yang pertama memberikan suntikan investasi pada pendanaan seri A di tahun 2017, dengan nilai 3,5 juta dolar AS.

Maka jika ditotal secara keseluruhan, OnlinePajak telah mengumpulkan pendanaan sebesar 41 juta dolar AS, yang memberikan dorongan besar untuk menjadi sebuah startup berstatus unicorn .

Deretan Perusahaan Teknologi Dunia yang Rajin Investasi ke Startup Indonesia

Peringkat valuasi Startup unicorn di Indonesia

Sebagai catatan, masuknya OnlinePajak ke dalam daftar perusahaan startup unicorn di tanah air nyatanya berbeda dengan kondisi yang dilalui pada kehadiran serupa oleh J&T.

J&T yang kala itu memperoleh valuasi sebesar 7,8 miliar dolar AS berhasil mengalahkan peringkat startup tanah air yang sudah ada sejak lama dan lebih dulu meraih gelar unicorn , di antaranya Bukalapak, Traveloka, dan OVO.

Kali ini dengan jumlah valuasi yang dimiliki, OnlinePajak tetap harus berpuas diri berada di peringkat terakhir startup unicorn tanah air. Namun jika melihat performanya yang meningkat pesat sejak pertama kali didirikan, bukan tidak mungkin bahwa posisi OnlinePajak akan ikut menyusul keberadaan Bukalapak, Traveloka, dan OVO.

Untuk lebih jelas, berikut peringkat valuasi startup berstatus unicorn di Indonesia berdasarkan data CB Insights beserta tahun kemunculannya.

  1. GoTo (Gojek, 2010 dan Tokopedia, 2009): 18 miliar dolar AS Decacorn
  2. J&T Express (2015): 7,8 miliar dolar AS
  3. Bukalapak (2010): 3,5 miliar dolar AS
  4. Traveloka (2012): 3 miliar dolar AS
  5. Ovo (2017): 2,9 miliar dolar AS
  6. OnlinePajak (2014): 1,7 miliar dolar AS
Jadi Episentrum Bisnis Digital, Ini 5 Kota dengan Ekosistem Startup Terbaik Indonesia 2021

Penulis: Siti Nur Arifa
Dirilis pada 22 Juli 2021 17.00 WIB

Good News from Indonesia

Artikel Asli