Ngerinya Pinjol Ilegal, Pinjam Rp1 Juta Cuma Ditransfer Rp600.000 Bunga 3% per Hari

okezone | Ekonomi | Published at 22/07/2021 16:17
Ngerinya Pinjol Ilegal, Pinjam Rp1 Juta Cuma Ditransfer Rp600.000 Bunga 3% per Hari

JAKARTA Pinjaman online (Pinjol) ilegal masih menghantui masyarakat Indonesia. Apalagi di masa pandemi Covid-19, di mana banyak orang membutuhkan dana cepat untuk menunjang kebutuhan hidup.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menegaskan, pinjol ilegal bukan jasa keuangan melainkan tindak kejahatan, penipuan dan pemerasan. Karena itu, sampai dengan Juli 2021 sebanyak 3.365 entitas telah dihentikan.

Meski demikian, Tongam mengakui pemblokiran ini bukanlah suatu solusi jangka panjang.

Walaupun sudah diblokir hari ini, selang beberapa jam oknum pinjol illegal tersebut akan mengganti nama dan hari-hari berikutnya pun bisa membuat pinjol ilegal dengan nama baru lagi, ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Lanjutnya, yang jadi masalah pada pinjol ini adalah para oknum kejahatan selalu membebani dan merugikan masyarakat. Seperti memberi bunga tinggi bahkan pemberian denda tidak terbatas yang dilakukan pada kesepakatan kedua belah pihak.

Artinya pada saat masyarakat ingin meminjam, contohnya dijanjikan pinjaman Rp1 juta namun yang ditransfer hanya Rp600 ribu. Bunganya dijanjikan setengah persen ternyata pada kenyataannya bisa sampai 3% per hari dan juga jangka waktu diperjanjian yang dijanjikan 90 hari namun yang terjadi hanya 7 hari, papar Tongam.

Bahayanya, pinjol ilegal ini selalu meminta masyarakat untuk mengizinkan mengakses semua data dan kontak telepon guna dapat diakses oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ini sangat mengerikan, cetusnya.

Tongam mengimbau kepada masyarakat untuk harus waspada. Jangan sekalipun mengijinkan aplikasi-aplikasi tidak valid untuk mengakses data. Sebab kekuatan pinjol ilegal ini adalah kejahatan sehingga data kontak telepon ini akan digunakan sebagai alat teror kepada masyarakat ketika tidak bisa membayar Pinjol.

Sejalan dengan banyaknya aksi Pinjol yang merugikan masyarakat, Satgas Waspada Investasi telah melakukan berbagai upaya baik itu preventif maupun represif.

Artikel Asli