Pencairan BLT PKL Dipercepat

okezone | Ekonomi | Published at 22/07/2021 13:25
Pencairan BLT PKL Dipercepat

MALANG - Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu sasaran yang segera diberikan bantuan sosial (Bansos) . Pemkab Malang pun menganggarkan bansos kepada warga yang terdampak perpanjangan PPKM Darurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, ada sebanyak 9.998 warga Kabupaten Malang yang datanya sudah masuk dan bakal menerima bantuan sosial dari Pemkab Malang.

"Kita kemarin sudah (pendataan), saya lihat ada 9.098 itu, memang kalau kita bedakan yang terdampak," kata Wahyu Hidayat di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (22/7/2021).

Dari jumlah tersebut, para PKL di masing - masing desa yang terdampak telah diminta untuk didata oleh pemerintah desa masing-masing.

"Para PKL yang sulit ini kita minta daftar itu dari desa, yang betul-betul warga Kabupaten Malang yang memang terdampak, yang belum mendapatkan bantuan dari lain," ungkapnya.

Bansos ini disebutkan Wahyu Hidayat, diambilkan dari dana APBD Kabupaten Malang. Sebab untuk dana belanja tidak terduga sebagaimana diinstruksikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah difokuskan ke penanganan COVID-19.

"Sumber dana dari APBD. Itu kan kearifan lokal dari Bantuan Tidak Terduga (BTT), kita akan menganggarkan yang lain. BTT kita sudah sedikit, kan kalau kita ambil terus akan habis," terang Wahyu.

Wahyu menambahkan, untuk dana BTT selama ini dialokasikan ke dinas kesehatan dan rumah sakit yang betul - betul menangani Covid-19. Nantinya pencairan bansos tersebut akan diberikan setelah surat keputusan (SK) turun dan dicairkan oleh BPKAD.

"Maka kami ambil dari BPBD dan dari dinas sosial sudah mendata. Sekarang kami menunggu prosesnya saja, karena harus di SK kan. Setelah SK turun, maka akan langsung dicairkan oleh BPKAD," paparnya.

Dia menargetkan dalam minggu - minggu ini bansos tersebut bisa cair dan dimanfaatkan oleh para penerima termasuk PKL yang ada di Kabupaten Malang. "Insya Allah dalam minggu - minggu ini (disalurkan). Ini masih proses pencairan dan kami akan percepat," tandasnya.

Artikel Asli