Dibayangi Kekhawatiran Penyebaran Varian Delta

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at 22/07/2021 09:08
Dibayangi Kekhawatiran Penyebaran Varian Delta

JAKARTA - Pelemahan rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih berlanjut, hari ini (21/7). Sentimen eskalasi Covid-19 varian delta telah memicu kekhawatiran pelaku pasar sehingga mendorong mereka berburu safe haven, terutama dollar AS.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (21/7), ditutup melemah, dibayangi kekhawatiran investor atas penyebaran varian Delta Covid-19 yang makin meluas. Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen dari awal pekan ini menjadi 14.543 rupiah per dollar AS.

"Indeks dollar menguat pada Rabu karena kegelisahan investor akan melonjaknya infeksi virus Covid-19," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta.

Dollar AS terangkat upaya pelarian ke aset-aset yang lebih aman karena investor tetap cemas tentang varian virus korona yang menyebar cepat dan dapat menghambat pertumbuhan global. Investor memilih untuk tetap di luar pasar di tengah kekhawatiran baru tentang varian Delta yang sangat menular dan sekarang menjadi jenis virus korona yang dominan di seluruh dunia.

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 93,017, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,973. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,243 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,209 persen.

Dari dalam negeri, terjadi penambahan 38.325 kasus baru Covid-19, Selasa (20/7), sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2,95 juta kasus. Sebanyak 76.200 orang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Artikel Asli