Daya Beli Turun, Penjualan Sapi Kurban di Jabodetabek Merosot 60 Persen

limapagi.id | Ekonomi | Published at 20/07/2021 13:37
Daya Beli Turun, Penjualan Sapi Kurban di Jabodetabek Merosot 60 Persen

LIMAPAGI PerhimpunanPeternak Sapidan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyebutkan hingga hari H Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021 penjualan sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) turun 20 sampai 60 persen.

Ketua Umum PPSKI, Nanang Purus Subendro, mengatakan meskipun penjualan di ibu kota menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan sapi di daerah lain seperti Bangka Belitung, Lampung dan Palembang masih relatif sama.

Para peternak saat ini masih berharap ada peningkatan penjualan dalam dua hari ke depan.

Jadi memang kelihatannya ada dua faktor yang mempengaruhi pertama daya beli masyarakat yang turun, kedua dampak dari penerapan PPKM Darurat juga ikut berperan menurunkan animo masyarakat untuk berkurban, kata Nanang kepada Limapagi Network, Selasa 20 Juli 2021.

Menurutnya, penurunan penjualan dan omzet imbas PPKM Darurat telah diprediksi sebelumnya oleh para peternak. Untuk meminimalisasi kerugian, peternak menjual sapi dengan stok yang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu.

Tak hanya itu, beberapa pilihan lain juga akan diambil peternak untuk menekan kerugian. Di antaranya seperti mengembalikan sapi yang tidak laku ke kandang dan menjualnya untuk dipotong sebagai konsumsi reguler.

Jika pilihan itu tidak optimal, maka mereka akan menjual kembali kepada peternak untuk dilakukan penggemukan meskipun mengalami kerugian.

Yang tadinya untung 10 persen sekarang malah ada potensi rugi 10 persen. Biasanya para peternak maupun pedagang sudah mengantisipasi atau sudah memperhitungkan nanti untuk yang tidak laku, kata dia.

Nanang menambahkan, walaupun masih ada potensi peningkatan penjualan dalam beberapa hari ke depan namun jumlahnya tidak signifikan.

Adapun jenis sapi yang laku di pasaran merupakan sapi kualitas menengah ke bawah dengan rentang harga Rp17 juta hingga Rp23 juta.

Biasanya yang sudah-sudah dari yang disiapkan itu yang tidak laku 5 hingga 20 persen. Itu masih tercover walaupun ada kerugian dari yang terjual. Masalahnya pada periode ini yang terjual tidak sebanyak yang diharapkan, pungkasnya.

Artikel Asli