Berpotensi Jadi IPO Terbesar, Bukalapak Bisa Gairahkan Pasar Modal

limapagi.id | Ekonomi | Published at 20/07/2021 14:07
Berpotensi Jadi IPO Terbesar, Bukalapak Bisa Gairahkan Pasar Modal

LIMAPAGI - PT Bukalapak.com secara resmi mengumumkan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 6 Agustus di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai, sebagai perusahaan e-commerce yang pertama kali memutuskan untuk IPO, Bukalapak akan mampu membawa gairah investor di pasar modal.

"Apalagi saat inikan perusahaan unicorn dan merupakan perusahaan yang pertama dengan model yang seperti ini. Kalau di luar negeri ada banyak seperti Amazon dan sebagainya," kata Alfred kepada Limapagi, Selasa 20 Juli 2021.

Alfred melanjutkan, besaran target penjualan saham Bukalapak akan membawa pengaruh positif bagi indeks di pasar domestik, tempat di mana perusahaan ini menawarkan saham mereka.

Dalam prospektus yang dikeluarkan oleh Bukalapak, unicorn tersebut berencana menjual 25,76 miliar saham ke publik atau setara 25 persen dari total saham. Pendapatan yang diterima Bukalapak dari penjulan tersebut mencapai Rp21,9 triliun.

"Size untuk IPO Rp21 triliun merupakan IPO terbesar sepanjang sejarah. Artinya, kalau nanti berhasil underwriter mengeksekusi ini, maka ini akan menambah indeks pasar kita semakin bagus. Karena IPO dengan sebesar Rp20 triliun juga bisa diserap," ucapnya.

Sebelumnya, BEI mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada total dana hasil IPO yang terdapat di pasar modal. Angka tersebut belum termasuk nilai penghimpunan dana Bukalapak senilai Rp21,9 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan, dana IPO saham yang terhimpun sebesar Rp7,61 triliun per 16 Juli 2021. Jumlah tersebut naik 99,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya menyentuh Rp3,82 triliun.

Nyoman berpendapat, dengan masuknya IPO skala besar, dapat menarik minat investor baik dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di bursa Tanah Air.

"Hal yang penting adalah, memberikan akses perusahaan untuk tumbuh di pasar modal Indonesia, dan memberikan pilihan bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan dengan berbagai ukuran dan model bisnis," kata Nyoman dalam keterangannya pada Sabtu, 18 Juli 2021.

Artikel Asli