Ketersediaan Pangan Cukup, Mentan Pastikan Tak Ada Rakyat Kelaparan

limapagi.id | Ekonomi | Published at 20/07/2021 17:51
Ketersediaan Pangan Cukup, Mentan Pastikan Tak Ada Rakyat Kelaparan

LIMAPAGI Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan stok pangan untuk memenuhi kebutuhan utama masyarakat Indonesia dapat terpenuhi dengan melakukan berbagai upaya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa ketersediaan stok pangan harus dihitung secara matang dan sesuai dengan data yang ada di lapangan.

Pertanian itu bukan hanya Kementan, tapi melibatkan semua pihak untuk memenuhi ketersediaan pangan. Tidak boleh ada satu orangpun warga negara kita yang menderita kelaparan. Insyaallah pangan kita selalu cukup, kata dia dalam keterangan tertulis pada Selasa, 20 Juli 2021.

Mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), hasil panen beras pada 2021 diperkirakan mencapai 33 juta ton. Indikator tersebut diambil dari realisasi hasil panen 2020 yang mencapai 31,33 juta ton.

Untuk stok beras yang terdapat di Perum Bulog, BPS mencatat sebanyak 1,39 juta ton yang terdiri dari 1,37 juta stok cadangan beras pemerintah, dan sisanya 14.765 ton stok milik komersial.

Selain itu, BPS mencatat sektor pertanian sejak triwulan II 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 16,24 secara quartal to quartal dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79 persen atau sekitar Rp451,77 triliun.

Lalu pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 secara year on year.

Kemudian untuk Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Mei 2021, BPS mencatat adanya kenaikan yang cukup signifikan, konsisten sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021.

Adapun rincian NTP Oktober 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Selanjutnya, untuk NTUP Oktober 2020 jumlahnya sebesar 1002,42, November mencapai 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei, angkanya mencapai 104,04 atau naik 0,48 persen.

Di satu sisi, nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen secara month to month atau sebesar 15,19 persen secara year on year.

Kenaikan tersebut terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021.

Nilai ekspor sektor pertanian mencapai USD0,32 miliar. Ekspor nonmigas berkontribusi sebesar 93,36 persen dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai USD18,55 miliar atau naik sebesar 9,52 persen.

Artikel Asli