Menko Luhut: Semua Pihak Dilibatkan Dalam Pembahasan PPKM Darurat

inewsid | Ekonomi | Published at 20/07/2021 12:41
Menko Luhut: Semua Pihak Dilibatkan Dalam Pembahasan PPKM Darurat

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan proses pengambilan keputusan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melibatkan banyak pihak.

Menurut Menko Luhut yang juga bertindak sebagai Kordinator Satgas PPKM Darurat, pengambilan keputusan PPKM Darurat juga melibatkan para akademisi dari berbagai kampus di daerah.

Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya, ujar Luhut, Selasa (20-07-2021).

Seperti diketahui, PPKM Darurat wilayah Jawa Bali yang dimaksudkan untuk menekan penyebaran Covid-19 telah berlaku sejak 3 Juli dan akan berakhir hari ini, Selasa (20/7/2021). Meski demikian otoritas RI belum mengumumkan apakah pembatasan masa akan diperpanjang.

Menko Luhut menyampaikan, dalam situasi saat ini ada beberapa yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat. Pertama adalah penanganan di hulu yakni diperlukannya dukungan masyarakat.

"Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa, kata Menko Marves.

Kedua, terkait dengan kebutuhan serta pemenuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan (nakes), tempat tidur, serta vaksinasi. Ketiga, pengetahuan tentang jenis virus delta atau Covid-19. Ia memandang sisi kebutuhan oksigen hingga vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik.

Di tengah ini relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU, ungkap Menko Luhut.

Namun demikian, mengenai obat, dia mengakui dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala. Sebab, PT Bio Farma (Persero) hanya mampu memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Namun, per Agustus tahun ini pemerintah menargetkan kesediaan 30-50 juta satu bulannya.

Menko Luhut juga menyadari betul betapa pentingnya upaya penangan yang optimal dilakukan di hulu. Ini sangat penting, ditengah ini kita bisa manage (atur). Sekarang sudah ada varian delta, sudah ada varian baru, jadi kita siap-siap menghadapi dinamika ini, tuturnya.

Artikel Asli