KSPI: Banyak Perusahaan Ajak Serikat Pekerja Berunding Bicarakan Pengurangan Karyawan

inewsid | Ekonomi | Published at 13/07/2021 15:04
KSPI: Banyak Perusahaan Ajak Serikat Pekerja Berunding Bicarakan Pengurangan Karyawan

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah menyiapkan skenario memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 6 minggu. Jika rencana tersebut terealisasi dikhawatirkan bisa menyebabkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran sejumlah perusahaan sudah mengajak serikat pekerja berunding membicarakan pengurangan karyawan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, buruh setuju dengan kebijakan PPKM Darurat dengan pengaturan yang jelas dan tegas. Namun, dia meminta pemerintah untuk memastikan agar tidak ada hak-hak buruh yang dilanggar.

"Karena tidak menutup kemungkinan dalam situasi PPKM darurat ini perusahaan melakukan PHK terhadap buruh. Terus terang, saat ini ancaman adanya ledakan PHK sudah di depan mata karena saat ini sudah banyak perusahaan yang mengajak serikat pekerja berunding untuk membicarakan program pengurangan karyawan, kata Said dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Dia menjelaskan, sudah ada pekerja yang dirumahkan dan upahnya terancam dipotong. Karena itu, buruh meminta agar pengusaha yang melakukan PHK atau pemotongan gaji di tengah pandemi Covid-19 saat ini untuk ditindak tegas.

KSPI berharap pelaksanaan PPKM darurat harus diikuti dengan perlindungan terhadap hak-hak buruh. Secara bersamaan, KSPI juga menegaskan dukungannya terhadap vaksinasi yang dibiayai oleh negara dalam rangka untuk mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Namun mereka tidak setuju vaksinasi berbayar karena dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya komersialisasi vaksin.

Hak lain yang perlu diperhatikan pemerintah, menurutnya, tingkat penularan Covid -19 di klaster perusahaan. Di beberapa perusahaan, KSPI memperkirakan buruh yang terpapar Covid-19 mencapai 10 persen. Bahkan tidak sedikit buruh yang meninggal.

Persoalannya, para buruh tidak mempunyai uang lebih untuk membeli vitamin dan obat-obatan saat isoman, ucapnya.

Artikel Asli