Kisah Orang Terkaya: Massimiliana Landini Aleotti, Janda Pewaris Raksasa Farmasi Italia

wartaekonomi | Ekonomi | Published at 13/07/2021 11:40
Kisah Orang Terkaya: Massimiliana Landini Aleotti, Janda Pewaris Raksasa Farmasi Italia

Miliarder asal Italia Massimiliana Landini Aleotti adalah pewaris dan salah satu orang terkaya di dunia. Ia adalah pemilik perusahaan farmasi Menarini yang berbasis di Florence, Tuscany, Italia. Bersama ketiga anaknya, Massimiliana menjadi salah satu dari sepuluh wanita terkaya di dunia.

Massimiliana Landini Aleotti dan ketiga anaknya mewarisi raksasa farmasi tersebut dari mendiang suaminya, Alberto Aleotti yang meninggal pada tahun 2014 dalam usia 91 tahun.

Alberto membangun Menarini menjadi salah satu perusahaan obat terkemuka di Italia, dengan 16 lokasi manufaktur di seluruh dunia dan lebih dari 17.000 karyawan. Alberto Aleotti mulai bekerja di Menarini pada tahun 1964 sebagai General Manager. Alberto membeli perusahaan tersebut dari pemiliknya pada awal 1990-an.

Alberto lahir di Quattro Castella pada 4 Maret 1923. Ia menyelesaikan gelar sarjananya di B.Sc. Studi Ekonomi dan Bisnis pada tanggal 6 November 1946 dari Universitas Bologna.

Setelah itu, prestasinya mulai booming. Pada tanggal 5 November 2004 ia menerima penghargaan Gelar Kehormatan di bidang Kimia dan Teknologi Farmasi. Ia pun menjadi pemimpin yang layak untuk Menarini.

Pada tahun 2011, Alberto telah menyerahkan kendali kepada putrinya Lucia, yang menjadi ketua, dan putranya Alberto Giovanni, yang menjadi wakil ketua. Perusahaan milik keluarga ini memiliki pendapatan tahunan lebih dari USD4 miliar (Rp57,9 triliun).

Massimiliana Landini Aleotti lahir pada tahun 1942. Ia mendapat warisan Menarini dari mendiang suaminya. Namun, anak-anak sudah bekerja di perusahaan, oleh karena itu tidak sulit baginya untuk memimpin bisnis keluarga itu.

Dia juga membantu dalam mempromosikan isu-isu lingkungan sebagai menjaga lingkungan yang sehat. Massimiliana bekerja untuk meningkatkan pendidikan dan telah mendanai sejumlah besar lembaga pendidikan negara. Pada Juli 2021, Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai USD10,1 miliar (Rp146 triliun).

Artikel Asli