Jangan Asal, Investor Harus Cermati Tiga Faktor Ini Sebelum Ikut IPO Bukalapak

inewsid | Ekonomi | Published at 13/07/2021 09:38
Jangan Asal, Investor Harus Cermati Tiga Faktor Ini Sebelum Ikut IPO Bukalapak

JAKARTA, iNews.id - PT Bukalapak.com Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham BUKA. Jika sesuai jadwal, IPO Bukalapak akan dilakukan pada 6 Agustus 2021.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan kabar IPO BUKA direspon positif oleh investor Tanah Air. Bahkan IPO Bukalapak juga memicu perusahaan rintisan (startup) unicorn lainnya untuk melakukan aksi korporasi yang sama.

Terkait keputusan untuk berinvestasi di IPO Bukalapak, Reza mengatakan semua tergantung pada keputusan calon investor. Namun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan investor suapaya tidak asal berinvestasi.

"Kalau memang yakin dengan prospek usaha Bukalapak dan pertumbuhannya, silakan saja untuk beli sahamnya. Tapi, kalau masih mempelajari atau belum sepenuhnya paham, lebih baik jangan masuk dan lebih giat lagi mempelajari bisnis perusahaan hi tech ini," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (13/7/2021).

Dia menjelaskan, ada tiga faktor utama yang harus dicermati investor sebelum memutuskan membeli saham Bukalapak. Ketiga faktor tersebut adalah prospek bisnis, strategi bisnis, dan kinerja Bukalapak.

Terkaait dengan prospek dan strategi bisnis, menurut Reza, investor harus menilai dengan cermat karena persaingan perusahaan teknologi akan tidak jauh berbeda dengan perusahaan konvensional.

"Bagaimana mereka dapat mempertahankan pangsa pasar maupun memperluas pangsa pasar, seberapa banyak mitra untuk masuk ke market place mereka, dan apa saja ekspansi yang akan mereka lakukan untuk menambah atau meningkatkan valuasi perusahaannya sehingga nilai sahamnya bisa ikut meningkat," kata Reza.

Mengenai harga saham Bukalapak pada saat IPO di kisaran Rp750-Rp850 per lembar, dia menilai bahwa harga tersebut dapat diserap oleh investor ritel. Dia mencontohkan, jika membeli 5 lot saham Bukalapak yang berkode BUKA, maka investor akan mengeluarkan Rp425.000.

"Kalau di tanya apakah nilai tersebut mahal atau murah, ini harus dilihat dari sisi valuasinya. Nah, untuk perusahaan seperti ini bisa jadi gak bisa pakai cara valuasi konvensional. Apalagi, perusahaan juga masih mencatatkan rugi secara historis," ungkap Reza.

Terkait dengan itu, lanjutnya, faktor ketiga yang harus diperhatikan pelaku pasar adalah kinerja Bukalapak. "Ini jadi tantangan BUKA untuk bisa mewujudkan ekspektasi pelaku pasar untuk bisa menekan kerugian ke depannya dan memperoleh keuntungan," tutur Reza.

Berdasarkan prospektus yang beredar, Bukalapak akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 25.765.504.851 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel dalam IPO nanti.

Saham ini ditawarkan dengan nilai nominal Rp50 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25,00% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Adapun saham yang akan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar antara Rp750 sampai dengan Rp850 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS.

Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp21.900.679.123.350 atau hampir menyentuh angka Rp22 triliun.

Dijelaskan juga bahwa seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan sekitar 66 persen oleh Perseroan untuk modal kerja.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja Entitas Anak, yaitu: sekitar 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), sekitar 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1 persen dialokasikan kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG), dan sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Berikut jadwal penawaran umum perdana saham Bukalapak sebagai berikut:

- Masa penawaran awal: 9 Juli-19 Juli 2021
- Tanggal efektif: 26 Juli 2021
- Masa penawaran umum perdana saham: 28 Juli - 30 Juli 2021
- Tanggal penjatahan: 3 Agustus 2021
- Tanggal distribusi saham secara elektronik: 5 Agustus 2021
- Tanggal pengembalian uang pesanan: 5 Agustus 2021
- Tanggal pencatatan saham di BEI: 6 Agustus 2021

Artikel Asli