Kimia Farma Rights Issue, Tambah Modal Perkuat Digitalisasi

okezone | Ekonomi | Published at 13/07/2021 09:35
Kimia Farma Rights Issue, Tambah Modal Perkuat Digitalisasi

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana menambah modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini diberikan kepada para pemegang saham Perseroan untuk mengambil bagian dalam penerbitan surat utang wajib konversi atau Obligasi Wajib Konversi (OWK).

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (13/7/2021), penerbitan OWK nantinya akan dikonversi menjadi sebanyak-banyaknya 2.779.397.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. OWK tersebut ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan POJK HMETD. Jumlah penerbitan OWK akan disesuaikan dengan keperluan dana Perseroan.

"Dalam hal terjadi perubahan jumlah saham yang akan diterbitkan sebagai hasil konversi OWK, Perseroan akan mengumumkannya bersamaan dengan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yaitu pada 27 Juli 2021," tulis keterangan manajemen Kimia Farma, Selasa (13/7/2021).

Adapun saham hasil konversi OWK akan dikeluarkan dari portopel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan BEI No. I-A Tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Saham Seri B yang diterbitkan dari hasil konversi OWK akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan sebelum PUT I, termasuk hak atas dividen.

Manajemen KAEF menjelaskan bahwa dana yang dihimpun dari rights issue akan digunakan untuk memenuhi pembayaran pinjaman yang jatuh tempo dan modal kerja serta pengembangan usaha dalam rangka transformasi digital.

Artikel Asli