Buka Lapak Mau IPO, Cermati Prospeknya Sebelum Beli Sahamnya

sindonews | Ekonomi | Published at 13/07/2021 09:08
Buka Lapak Mau IPO, Cermati Prospeknya Sebelum Beli Sahamnya

JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk akan menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham BUKA. Jika tak ada aral melintang, IPO Bukalapak diagendakan pada 6 Agustus 2021.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada menilai kabar IPO BUKA direspon positif, baik oleh investor Tanah Air dan bahkan perusahaan rintisan (startup) unicorn lainnya untuk melakukan aksi korporasi yang sama.

Ihwal keputusan berpartisipasi di IPO Bukalapak, menurut Reza hal itu kembali kepada calon investor. Kata dia, calon investor harus terlebih dahulu meyakini prospek usaha yang dimiliki BUKA dan juga potensi pertumbuhan perusahaan ke depan.

"Kalau memang yakin dengan prospek usaha BUKA dan pertumbuhannya, silahkan saja untuk masuk ke saham BUKA. Tapi, kalau masih mempelajari atau belum sepenuhnya paham, lebih baik jangan masuk dan lebih giat lagi mempelajari bisnis perusahaan hi tech ini," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (13/7/2021).

Reza menambahkan, investor harus memperhatikan prospek dan strategi bisnis Bukalapak sebelum memutuskan membeli sahamnya, di mana menurutnya persaingan perusahaan teknologi akan tidak jauh berbeda dengan perusahaan konvensional.

"Bagaimana mereka dapat mempertahankan pangsa pasar maupun memperluas pangsa pasar, seberapa banyak mitra untuk masuk ke marketplace mereka, dan apa saja ekspansi yang akan mereka lakukan untuk menambah atau meningkatkan valuasi perusahaannya sehingga nilai sahamnya bisa ikut meningkat," bebernya.

Mengenai harga saham Bukalapak pada saat IPO di kisaran Rp750-Rp850 per lembar, Reza menilai bahwa harga tersebut dapat diserap oleh investor ritel. Dia menyontohkan, jika membeli 5 lot saham BUKA maka investor akan mengeluarkan Rp425.000.

"Kalau ditanya apakah nilai tersebut mahal atau murah, ini harus dilihat dari sisi valuasinya. Nah, untuk perusahaan seperti ini bisa jadi nggak bisa pakai cara valuasi konvensional. Apalagi, perusahaan juga masih mencatatkan rugi secara historis," tuturnya.

"Tentunya pelaku pasar akan melihat kinerjanya. Ini jadi tantangan BUKA untuk bisa mewujudkan ekspektasi pelaku pasar untuk bisa menekan kerugian ke depannya dan memperoleh keuntungan," lanjut dia.

Berdasarkan prospektus yang beredar, Bukalapak akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 25.765.504.851 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel dalam IPO nanti.

Saham ini ditawarkan dengan nilai nominal Rp50 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25,00% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Adapun saham yang akan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar antara Rp750 sampai dengan Rp850 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS.

Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp21.900.679.123.350 atau hampir menyentuh angka Rp22 triliun.

Dijelaskan juga bahwa seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan sekitar 66 persen oleh Perseroan untuk modal kerja.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja Entitas Anak, yaitu: sekitar 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), sekitar 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI).

Kemudia, sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1 persen dialokasikan kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG), dan sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Berikut ini jadwal penawaran umum perdana saham Bukalapak:

- Masa penawaran awal: 9 Juli-19 Juli 2021

- Tanggal efektif: 26 Juli 2021

- Masa penawaran umum perdana saham: 28 Juli - 30 Juli 2021

- Tanggal penjatahan: 3 Agustus 2021

- Tanggal distribusi saham secara elektronik: 5 Agustus 2021

- Tanggal pengembalian uang pesanan: 5 Agustus 2021

- Tanggal pencatatan saham di BEI: 6 Agustus 2021

Artikel Asli