Sri Mulyani Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 di 4,5 Persen

Ekonomi | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:39
Sri Mulyani Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 di 4,5 Persen

LIMAPAGI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2021 antara 3,7 persen hingga 4,5 persen. Dalam uraiannya, Sri Mulyani mengungkapkan dua skenario yang menjadi catatan penting dalam laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Maka proyeksi pertumbuhan tahun 2021 ada di antara 3,7 hingga 4,5 persen. Karena pada kuartal 1 kita tumbuhnya minus 0,7 persen," kata dia dalam diskusi virtual yang mengangkat tema Mid Year Economic Outlook, Rabu, 7 Juli 2021.

Dalam penjelasannya Sri Mulyani mengatakan, saat kuartal II 2021, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi dalam skenario yang relatif optimis. Adapun skenario tersebut, terlihat dalam indikator yang terjadi pada periode April, Mei, hingga pertengahan Juni 2021.

"Kita sebetulnya optimis pertumbuhan ekonomi kita bisa diatas 7 persen, dan kita berharap pada minggu ketiga, keempat Juni tidak mempengaruhi sehingga mungkin masih akan bertahan di atas 7 persen," kata dia dalam diskusi virtual yang mengangkat tema Mid Year Economic Outlook, Rabu, 7 Juli 2021.

Sedangkan untuk kuartal III dan IV 2021, menurut Sri Mulyani sangat dipengaruhi oleh dua skenario yang sudah diproyeksikan olehnya. Jika melihat pada apa yang terjadi dengan menggunakan skenario berat, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan turun sekitar 4 sampai 4,6 persen di kuartal III dan IV.

"Dalam skenario yang berat dimana kita harus melakukan penurunan mobilitas hingga sampai 50 persen dan lamanya bisa sampai bulan agustus dan normalisasi baru terjadi," jelas dia.

Sementara itu, untuk skenario berikutnya, Sri Mulyani menyebutkan bahwa, skenario moderat dapat membawa angka pertumbuhan optimis yang sudah ditargetkan pada kuartal II. Yang mana pertumbuhan pada kuartal kedua masih dapat berlangsung pada kuartal III yang berada di ambang batas 5 persen. Selanjutnya akan diperkirakan menguat kembali pada kuartal IV.

"Kalau skenarionya moderat di mana kita bisa menyelesaikan atau bisa menjaga pemulihan dari mobilitas ini, penyebaran Covid-19 bisa terkendali sampai dengan akhir Juli dan kemudian Agustus sudah normal kembali. Maka kita berharap pertumbuhan di kuartal kedua masih bisa bertahan," ujar dia.

Artikel Asli