Kemenko Perekonomian: Mutasi Virus Covid-19 Luput dari Perhitungan

Ekonomi | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:13
Kemenko Perekonomian: Mutasi Virus Covid-19 Luput dari Perhitungan

LIMAPAGI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengakui adanya penyebaran mutasi virus Covid-19 yakni corona delta sebelumnya tidak diperhitungkan pemerintah.

Ini adalah mutasi virus baru yang sama sekali kita tidak perhitungkan sebelumnya, kata Staf Khusus Kemenko Perekonomian, Raden Pardede, dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu 7 Juni 2021.

Pemerintah tidak memprediksi adanya ledakan penyebaran corona delta, dan berimbas pada peningkatan penyebaran wabah yang tak terkendali.

Ia menambahkan kalau proses penularan virus corona delta jauh lebih cepat dibandingkan dengan varian corona lainnya, seperti varian Wuhan dan varian alpha. Dia menjelaskan, dalam kondisi tanpa protokol kesehatan, satu kasus virus corona varian Wuhan bisa menularkan wabah ke 729 orang.

Penyebaran lebih banyak terjadi untuk jenis varian corona alpha. Satu kasus untuk varian ini bisa menyebarkan wabah ke 15.625 orang. Sementara satu kasus virus corona delta bisa menyebarkan penularan ke 117.649 orang.

Konon varian baru delta inilah yang sekarang sangat dominan, kata dia.

Hingga sekarang pemerintah terus memonitor lonjakan kasus Covid-19. Pada 5 Juli, penambahan kasus Covid-19 harian kembali memecahkan rekor mencapai 29.745 orang.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri jika tingginya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia terjadi karena gabungan libur panjang sejak Mei hingga awal Juni. Pada Mei, terjadi libur Idul Fitri 1442 Hijriah dan kenaikan Isa Almasih yang berbarengan.

Dalam waktu berdekatan, terdapat libur Hari Pancasila pada 1 Juni yang mendorong masyarakat mengambil waktu libur panjang. Secara bersamaan, terdapat kedatangan pekerja migran dalam jumlah yang signfikan dan masuknya wisatawan asing atau wisman dari India.

Jadi masuknya (varian virus delta), apakah lewat pekerja migran atau yang datang dari Saudi atau Timur Tengah, juga ada waktu itu wisatawan India yang datang ke indonesia, pungkasnya.

Artikel Asli