Bukti Duit Jeff Bezos Gak Habis-Habis: Hari Ini Kekayaannya Resmi Tembus Rp3.000 Triliun!

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:05
Bukti Duit Jeff Bezos Gak Habis-Habis: Hari Ini Kekayaannya Resmi Tembus Rp3.000 Triliun!

Kekayaan Jeff Bezos tampaknya akan terus bertambah dan sulit dihabiskan. Pasalnya, belum lama ini orang terkaya di dunia itu telah mencapai rekor kekayaan bersihnya hingga USD211 miliar (Rp3.059 triliun).

Ini berkat dari saham Amazon yang naik hingga 4,7 persen usai Pentagon mengumumkan pembatalan kontrak komputasi awan dengan saingannya Microsoft Corp. Reli tersebut meningkatkan kekayaan Bezos sebesar USD8,4 miliar (Rp121 triliun), menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Dilansir dari MSN.com di Jakarta, Rabu (7/7/21) sebelumnya pada bulan Januari, Elon Musk secara singkat juga merasakan kekayaan mencapai USD210 miliar.

Kedua miliarder itu pun menghabiskan paruh pertama tahun ini dengan memperdagangkan posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia, tetapi Bezos telah memperkuat posisinya di No. 1 sejak pertengahan Maret karena saham Amazon naik hampir 20% selama waktu itu.

Melonjaknya harga saham dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan kekayaan sekelompok raksasa teknologi, termasuk Musk.

Hingga kini, Musk tetap di tempat kedua di belakang Bezos dengan kekayaan bersih USD180,8 miliar bahkan ketika saham Tesla jatuh pada hari Selasa. Tokoh barang mewah Prancis Bernard Arnault berada di urutan ketiga dengan USD168,5 miliar.

Rekor rekor Bezos bahkan lebih besar daripada selama lonjakan saham Amazon tahun 2020, ketika kekayaan bersihnya mencapai USD206,9 miliar karena pandemi menaikkan harga perusahaan.

Bezos yang baru berusia 57 tahun ini secara resmi telah mengundurkan diri sebagai CEO Amazon minggu ini setelah 27 tahun menjabat. Dia masih memiliki sekitar 11% dari perusahaan dan menjabat sebagai ketua eksekutif perusahaan.

Saham Amazon naik karena Pentagon mengatakan bahwa pihaknya membatalkan kontrak komputasi awan senilai USD10 miliar (Rp144 triliun) yang diberikan pada tahun 2019 kepada Microsoft Corp. Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk membagi pekerjaan antara Microsoft dan saingannya Amazon.

Artikel Asli