Pandemi Covid-19 Bikin H&M Terpaksa Tutup 350 Gerai di Seluruh Negara

Ekonomi | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 10:19
Pandemi Covid-19 Bikin H&M Terpaksa Tutup 350 Gerai di Seluruh Negara

LIMAPAGI Perusahaan fesyen asal SwediaHennes & Mauritz AB(H&M) dikabarkan bakal menutup 350 gerai di seluruh negara hingga akhir tahun 2021. Perusahaan masih terguncang dengan adanya pandemi Covid-19 yang merebak.

Chief Executive Officer H&M,Helena Helmersson, mengatakan bahwa meskipun saat ini penjualan telah berada di level normal seperti tahun 2019 atau sebelum adanya wabah, namun kebijakan itu tetap akan diambil. Pasalnya, perseroan terlanjur mengalami kerugian 500 juta euro pada tahun 2020.

Pada kuartal kedua tahun 2021 penjualan H&M naik 75 persen menjadi 46,5 miliar kronor Swedia atau setara 4,6 miliar euro. Namun demikian, 140 toko masih tutup pada akhir periode tersebut karena Covid-19, kata Helena, dilansir dariretaildetail.eu, Rabu, 7 Juli 2021.

Menurutnya, keberlangsungan usaha masih bergantung pada penjualan daring. Tercatat, penjualan online meningkat 40 persen dengan laba bersih mencapai 2,7 miliar kronor Swedia atau setara 270 juta euro.

Helena menyebut penjualan tampaknya semakin pulih dalam 28 hari pertama bulan Juni tahun 2021. Pendapatan perusahaan pun meningkat sekitar seperempat.

Kami hampir kembali ke level kami sebelum pandemi. Namun saat ini, sekitar 90 toko masih tutup sementara, kata dia.

Adapun dalam rencana penuh di tahun 2021, H&M bakal menutup sekitar 350 toko. Pengurangan bersih gerai yang akan dilakukan sekitar 250 unit. Adapun 100 toko baru akan ditambah ketika kondisi keuangan perusahaan mulai pulih dan penjualan meningkat.

Artikel Asli