Luhut : Ekonomi Kita Bakal Makin Payah kalau Jumlah Kasus Covid-19 Tak Turun

Ekonomi | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:39
Luhut : Ekonomi Kita Bakal Makin Payah kalau Jumlah Kasus Covid-19 Tak Turun

LIMAPAGI Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap mobilitas warga di Jawa Tengahdan Yogyakarta bisa turun 30 hingga 50 persen. Hal ini agar angka penyebaran pandemi Covid-19 bisa ditekan.

"Paling baik 50 persen. Kalau makin lama penurunannya, makin lama pula ini terjadi dan makin payah ekonomi kita. Presiden memerintahkan jangan lama-lama mengenai masalah ini, kata Luhut melalui keterangannya, Rabu 7 Juli 2021.

Berdasarkan hasil evaluasi telah terjadi penurunan mobilitas warga di seluruh kabupaten dan kota pada wilayah Jateng. Ia membeberkan, adanya PPKM darurat di Jateng dan Yogyakarta membuat mobilitas turun hingga 15 persen.

kan tetapi Luhut menyebut capaian itu masih di bawah target.Ia pun akan melakukan cek mobilitas secara intens untuk memantau perkembangannya.

Ada google traffic, night light NASA, dan facebook mobility yang akan menjadi acuan, kita akan cek mobilitas itu di sini. Jadi apa yang dibikin Kapolda dan Pangdam saya akan cek, kita harus bisa di atas 30 persen penurunan mobilitas, dengan paling baik 50 persen," tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat juga telah diputuskan.

Ia berharap adanya PPKM Darurat tak menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhannya.

Kami telah rapat dengan gubernur mengenai solusi yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yaitu akan diberikan surat keterangan bekerja, dan kami sudah briefing bersama Kapolres, Dandim, dan pihak terkait telah memerintahkan daerah kabupaten kota untuk mendata kantor atau tempat yang merupakan esensial dan kritikal untuk memberikan surat keterangan kepada karyawannya untuk dapat dipetakan, ucap Luthfi.

Artikel Asli