Loading...
Loading…
Sri Mulyani Cs soal Kenaikan PPN: Negara Lain Naik 15 Persen Tiap Tahun

Sri Mulyani Cs soal Kenaikan PPN: Negara Lain Naik 15 Persen Tiap Tahun

Ekonomi | limapagi.id | Kamis, 01 Juli 2021 - 11:00

LIMAPAGI Pemerintah berencana untuk menaikkan pajak pertambahan nilai atau PPN dari 10 persen menjadi 12 persen. Upaya itu dilakukan untuk memperbaiki tata kelola perpajakan nasional.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menilai langkah itu merupakan hal yang wajar dilakukan di semua negara. Bahkan, dia menyebut rata-rata dunia setiap tahun terjadi kenaikan PPN sebesar 15,41 persen.

Sedangkan di Indonesia cenderung stagnan dan masih di kisaran 10 persen. Untuk tarif pajak penghasilan badan atau PPh Badan itu turun cukup signifikan dari 31 persen menjadi 26 persen dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, kata Yustinus dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis 1 Juli 2021.

Menurutnya, perbaikan sistem tata kelola perpajakan memang harus segera dilakukan pemerintah. Pendapatan pajak masih belum optimal padahalpotensinya begitu besar.

Kondisi tercermin dari masih rendahnya tingkat pendapatan pajak dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Hal itu terjadi lantaran banyaknya jenis barang yang masuk dalam katagori pengecualian (barang kena pajak) dan belum jelasnya administrasi yang masih jelas.

Ini yang terjadi dan ini yang ingin kita luruskan. Nanti skemanya seperti apa akan didiskusikan selanjutnya karena masih sangat panjang, kata dia.

Yustinus menambahkan, berdasarkan beberapa laporan insentif PPn yang diberikan pemerintah pun dirasa tidak tepat sasaran.

Dari pengamatannya, sebagian besar besar penikmatnya justru oleh kalangan menengah ke atas sehingga perbaikan kebijakan itu harus segera dilakukan.

Beberapa skema subsidi kita tidak tepat sasaran, bagaimana justru bahan bakar minyak (BBM) hanya menguntungkan orang kaya, pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{