Inovasi 5G Dorong Ekonomi Kreatif

koran-jakarta.com | Ekonomi | Published at 28/06/2021 09:29
Inovasi 5G Dorong Ekonomi Kreatif

JAKARTA - Inovasi digital berbasis teknologi 5G diperkirakan dapat meningkatkan ekonomi kreatif Indonesia. Karenanya, pengembangan 5G di Indonesia harus dilakukan secara komprehensif.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyatakan, pada era ekonomi digital, semua orang memiliki kesempatan lebih merata dalam perannya terlibat dalam perekonomian, tidak seperti di era ekonomi konvensional. Salah satu peluang terbesar adalah di sektor ekonomi kreatif.

"Ekonomi digital dan inovasi digital membuka peluang bagi penciptaan dan juga peningkatan ekonomi kreatif Indonesia secara besar-besaran," ujar Laksana dalam webinar bertema 5G dan Peran Insinyur Elektro Dalam Mengembangkan Transformasi Digital Indonesia yang digelar oleh Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE PII) dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dengan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, akhir pekan lalu.

Menurut Laksana, ekonomi kreatif berbasis inovasi digital itu membuka peluang, baik domestik maupun global. Di sisi lain, inovasi digital mendatangkan tantangan bagi sektor ekonomi kreatif, yakni ketatnya persaingan yang mengglobal.

Karenanya, lanjut dia, diperlukan sejumlah strategi, mulai dari penguatan infrastruktur digital dan sumber daya manusia (SDM) hingga adopsi berbagai teknologi mutakhir, termasuk Artificial Intelligence (AI), Big Data Analytics, dan Internet of Things (IoT).

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ismail menyatakan pemerintah mendorong penggelaran infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler generasi kelima atau 5G di Indonesia. Hal itu dimaksudkan untuk mendorong lompatan besar bagi inovasi digital di Indonesia.

Menurut Ismail, melalui kehadiran 5G di Indonesia, adopsi dan inovasi teknologi diharapkan akan semakin terakselerasi guna mendorong transformasi digital pada 4 sektor strategis yaitu infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

Dia menambahkan Kemenkominfo saat ini sedang merumuskan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Menurutnya, era 5G membutuhkan kompetensi SDM sehingga Kemkominfo menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS) yang kurikulumnya terus diperkaya dengan skill sesuai untuk era 5G.

"Saya berharap kepada BKE PII dan IEEE Indonesia Section dapat menjadi wadah para akademisi untuk bersinergi dalam membangun solusi teknologi berbasis 5G, menjadi wadah untuk kolaborasi Penta Helix mendorong tumbuhnya inovasi digital dan ekosistem 5G, diharapkan para anggotanya dapat mengambil peran aktif dalam membangun solusi teknologi berbasis 5G dan IoT yang memiliki kearifan lokal, serta para anggotanya juga dapat melakukan upskilling untuk meningkatkan daya saing dan menjadi agent of change agar masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih besar dari hadirnya layanan 5G," jelasnya.

Standar Keamanan

Ke depan, penggunaan teknologi digital 5G cukup besar. Telkomsel memproyeksikan produk 5G dari use case jenis enhanced Mobile Broadband (eMBB) mencapai 30 juta koneksi pada 2025 dengan rerata tingkat pertumbuhan tahunan diperkirakan 298 persen. Sementara perangkat 5G IoT diperkirakan mencapai 1,6 juta koneksi pada 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar sebesar 93 persen.

Sementara itu, Director of ICT Strategy & Business, Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi mengingatkan pentingnya pengembangan standar keamanan pada jaringan 5G. Hal itu untuk memastikan keamanan di sisi jaringan, sistem informasi, serta pengalaman yang dihadirkan bagi pengguna layanan 5G juga menjadi hal yang sangat penting.

Artikel Asli