Setelah Indonesia, Inggris Larang Operasional Binance

inewsid | Ekonomi | Published at 28/06/2021 07:05
Setelah Indonesia, Inggris Larang Operasional Binance

LONDON, iNews.id - Setelah dilarang di Indonesia, giliran regulator keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), mengumumkan melarang operasional Binance, yang merupakan platform pertukaran uang kripto terbesar dunia. Para konsumen juga diberi peringatan terkait aktivitas platform Binance yang semakin diawasi ketat secara global.

Dalam pemberitahuan FCA, yang dikutip Reuters, Minggu (27/6/2021), disebutkan bahwa Binance Markets Ltd, satu-satunya entitas Binance yang beroperasi di Inggris, tidak boleh melakukan aktivitas tanpa persetujuan tertulis dari FCA.

Regulator juga mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang aktivitas Binance Markets dan grup Binance secara lebih luas.

Menanggapi keputusan FCA, Binance menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa Binance Markets, yang diakuisisi pada 2020, belum menggunakan izin peraturannya, dan bahwa langkah FCA tidak akan memengaruhi layanan yang ditawarkan di situs web Binance.com.

Kami mengambil pendekatan kolaboratif dalam bekerja dengan regulator dan kami mengambil kewajiban kepatuhan kami dengan sangat serius. Kami secara aktif mengikuti perubahan kebijakan, aturan, dan undang-undang di ruang baru ini," kata seorang juru bicara Binance secara anonim, seperti dikutip Reuters, Minggu (27/6/2021).

Binance mengumumkan, pada Juni 2020 mereka telah membeli entitas yang diatur oleh FCA dan akan menggunakannya untuk menawarkan layanan perdagangan cryptocurrency menggunakan pound dan euro.

Hal itu, dilakukan Binance karena meskipun perdagangan mata uang kripto tidak diatur secara langsung di Inggris, menawarkan layanan seperti perdagangan derivatif mata uang kripto memang memerlukan otorisasi.

FCA telah memberi tahu Binance bahwa pada tanggal 30 Juni mereka harus menampilkan pemberitahuan yang menyatakan BINANCE MARKETS LIMITED TIDAK DIIZINKAN UNTUK MELAKUKAN AKTIVITAS APAPUN DI INGGRIS di situs web dan saluran media sosialnya.

FCA juga mengharuskan Binance untuk mengamankan dan menyimpan semua catatan yang berkaitan dengan konsumen Inggris dan memberi tahu FCA bahwa semua ketentuan yang diminta FCA telah dilakukan sebelum 2 Juli 2021. Warga Inggris masih dapat mengakses layanan Binance di yurisdiksi lain.

Sejauh ini, FCA tidak menjelaskan mengapa mengambil tindakan tersebut. Namun FCA memang telah meningkatkan pengawasan terhadap perdagangan cryptocurrency, yang popularitasnya melonjak di Inggris dan negara-negara lain.

Sejak Januari 2021, FCA telah mewajibkan semua perusahaan yang menawarkan layanan terkait cryptocurrency untuk mendaftar dan menunjukkan bahwa mereka mematuhi aturan anti pencucian uang. Namun awal bulan ini dikatakan bahwa hanya lima perusahaan yang telah mendaftar, dan mayoritas belum patuh.

Keputusan FCA semakin menambah panjang daftar negara-negara yang telah melarang operasional Binance. Berikut daftar negara-negara yang telah melarang operasional Binance selain Inggris:

1. Jepang
Regulator Jepang mengatakan pada 25 Juni bahwa Binance beroperasi di negara itu secara ilegal, sebuah pemberitahuan yang diposting di situs web Badan Layanan Keuangan Jepang menunjukkan.

2. Amerika Serikat
Bulan lalu, Bloomberg melaporkan bahwa pejabat dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan Internal Revenue Service yang menyelidiki pencucian uang dan pelanggaran pajak telah mencari informasi dari individu yang memiliki wawasan tentang bisnis Binance.

3. Jerman
Pada April 2021, regulator keuangan Jerman BaFin mengatakan bursa berisiko didenda karena menawarkan token digital tanpa prospektus investor.

4. Indonesia
Pada 3 Mei 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan
platform pertukaran uang kripto, Binance, tidak boleh beroperasi di Indonesia. Pasalnya, Binance belum terdaftar sebagai bursa penukaran di Badan Pengawas Berjangka Komiditi (Bapebbti).

OJK telah memanggil pengurus dan pengacara Binance di Indonesia dan telah disepakati kegiatan platform tersebut dihentikan sementara hingga mengantongi izin.

Artikel Asli