Loading...
Loading…
Penerima Kartu Prakerja 8,3 Juta Orang

Penerima Kartu Prakerja 8,3 Juta Orang

Ekonomi | koran-jakarta.com | Sabtu, 19 Juni 2021 - 08:01

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mencatat Program Kartu Prakerja hingga kini memasuki gelombang ke-17 dengan total penerima mencapai 8,3 juta orang dari 65 juta orang pendaftar.

"Sejak April 2020 Kartu Prakerja sudah memasuki batch ke-17 atau gelombang dengan total penerima sebanyak 8,3 juta orang yang mana pendaftar sebanyak 65 juta orang," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (18/6).

Rudy menuturkan dari total 8,3 juta orang penerima Program Kartu Prakerja sebanyak 657 ribu orang di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Tengah. "Ini sangat luar biasa Provinsi Jawa Tengah adalah provinsi keempat terbesar yang menerima Kartu Prakerja 657 ribu orang," ujarnya.

Dia menjelaskan Kartu Prakerja merupakan program pertama pemerintah yang end to end dilakukan secara digital dengan ekosistem sangat luas yakni terdiri dari tujuh platform, 179 lembaga pelatihan, 1.591 jenis pelatihan, dan lima mitra pembayaran.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik WIjayanto mengatakan BNI sebagai salah satu mitra Kartu Prakerja mendukung upaya pemerintah ini melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga hanya tiga persen kepada penerima program.

"BNI sudah bekerja sama dengan PMO Kartu Prakerja dan selama ini sudah memberikan banyak solusi. Setelah ikut pendidikan atau kursus (penerima Kartu Prakerja) bisa dibiayai KUR dengan bunga hanya 3 persen," ujarnya.

Naik Kelas

Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Rachmat Kaimuddin menambahkan pihaknya yang juga menjadi salah satu mitra Kartu Prakerja siap membantu para alumni program ini dengan menyediakan platform digital sebagai tempat berdagang.

Menurutnya, berdagang di platform digital dapat membantu para alumni Kartu Prakerja untuk lebih teratur dan naik kelas secara usaha.

"Kalau berdagang lewat online data penjualan semuanya akan tercatat dengan baik, jadi waktu butuh modal tambahan teman-teman perbankan biasanya dengan data-data platform digital," jelasnya.

Original Source

Topik Menarik