Rekaman Suara Saat Rapat dengan Karyawan Bocor, Garuda Indonesia Klarifikasi ke Otoritas Bursa

Ekonomi | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:39
Rekaman Suara Saat Rapat dengan Karyawan Bocor, Garuda Indonesia Klarifikasi ke Otoritas Bursa

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, memberi klarifikasi kepada otoritas bursa terkait pemberitaan media seputar kebijakan perseroan yang menawarkan pensiun dini kepada karyawan dan akan memangkas jumlah armada yang beroperasi.

Klarifikasi disampaikan Garuda Indonesia setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengirimkan surat dengan nomor S-03584/BEI.PP2/05-2021 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan media massa terkait kebijakan perseroan yang menawarkan pensiun dini bagi karyawan dan memangkas jumlah armada yang beroperasi.

Dalam surat tersebut, BEI meminta klarifikasi dari manajemen garuda Indonesia seputar rekaman suara terkait program pensiun dini dan rencana memangkas jumlah armada yang beredar di publik.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan sejumlah poin klarifikasi pemberitaan media. Emiten dengan kode GIAA mencatat, pemberitaan berasal dari rekaman audio yang beredar di kalangan awak media.

Padahal, segala informasi yang disebutkan dalam rekaman tersebut merupakan informasi yang diperuntukan bagi internal perusahaan dan tidak untuk disebarluaskan.

Manajemen Garuda menjelaskan, rekaman audio tersebut berasal dari diskusi internal manajemen dengan karyawan perihal program human capital, salah satunya membahas program pensiun dini kepada karyawan. Dalam rekaman suara tersebut, manajemen memberikan gambaran awal kepada karyawan seputar program pensiun dini.

"Dapat kami sampaikan bahwa rekaman audio yang beredar tersebut merupakan rekaman diskusi internal perseroan yang dilakukan manajemen bersama karyawan dalam kaitan penyampaian informasi mengenai program Human Capital, yaitu penawaran pensiun dini kepada karyawan," demikian bunyi surat balasan Garuda Indonesia, dikutip Jumat (28/5/2021).

Manajemen juga menyampaikan bahwa telah ada press release resmi perihal pensiun dini yang diterbitkan secara resmi. Press release terlampir juga penjelasan dimaksud telah disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 24 Mei 2021.

Sementara, perihal pertanyaan BEI bagaimana rekaman audio rapat internal dapat beredar luas di masyarakat, Garuda Indonesia menyebut, telah mengatur secara tegas mengenai larangan penyebarluasan informasi internal mengacu kepada aturan yang berlaku perusahaan.

Namun demikian, perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan terjadinya penyebarluasan informasi internal di luar kontrol perusahaan. Saat ini, manajemen emiten tengah melakukan penelusuran atas peristiwa tersebarnya rekaman rapat internal yang dimaksud.

Artikel Asli