Bank Dunia Soroti Pembangunan Rumah di Indonesia, Ada Apa?

Ekonomi | okezone | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:49
Bank Dunia Soroti Pembangunan Rumah di Indonesia, Ada Apa?

JAKARTA - Studi Bank Dunia yang dilakukan South Pole dan didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan bahwa dengan investasi 3%-7% dalam membangun rumah lebih hijau di Indonesia dapat membantu keluarga berpenghasilan rendah menghemat sepertiga dari pendapatan per bulan setiap tahun.

Membangun rumah ramah lingkungan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesi tidak secara signifikan meningkatkan biaya konstruksi. Namun, investasi seperti itu dapat menghemat penggunaan energi dan juga air yang berujung pada pengurangan tagihan air dan listrik secara signifikan.

xe2x80x9dManfaat pembangunan perumahan hijau berpenghasilan rendah bagi lingkungan dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak bsia diragukan lagi. Pemerintah berencana untuk membangun perumahan keberlanjutan sebagai inti dari program rumah yang terjangkau dan akan terus mendukung pembangunan konstruksi hijau di seluruh negeri, selain Program Satu Juta Rumah,xe2x80x9d kata Direktur Jenderal Pembiayaan Kementerian PUPR, Eko Heri Poerwanto, Jumat (28/5/2021).

Dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk membangun dan menyediakan rumah ramah lingkungan yang terjangkau merupakan salah satu perhatian khusus Bank Dunia.

xe2x80x9cUntuk itu, bersama dengan partner kami, Kementerian PUPR, dan melalui National Affordable Housing Program (Program Rumah Murah Nasional), kami mengambil langkah besar ke depan menuju tujuan tersebut dengan berkomitmen mendukung pengembangan 2.500 rumah hijau. Ke depan, kami berharap Pemerintah Indonesia terus mendukung pengembangan perumahan bersubsidi yang terjangkau secara berkelanjutan,xe2x80x9d kataWorld Bank Practice Manager, Zhang Ming.

Penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dan peningkatan efisiensi energi bangunan sangat penting untuk menjawab tantangan masyarakat di Indonesia dan dalam membangun dunia yang lebih hemat sumber daya dan tahan iklim. Salah satu cara untuk memperkenalkan aspek keberlanjutan atau hijau pada konstruksi perumahan berpenghasilan rendah di Indonesia adalah melalui partisipasi dalam skema sertifikasi bangunan hijau, seperti EDGE.

'
Artikel Asli